Riawani Elyta: 6 TIPS MUDAH MELATIH ANAK BERPUASA

New Romance Novel by Riawani Elyta

New Romance Novel by Riawani Elyta
Love Catcher
Sunday, 26 May 2019

6 TIPS MUDAH MELATIH ANAK BERPUASA

Anak yang belum baligh memang tidak diwajibkan untuk berpuasa. Tetapi melatih anak untuk mulai belajar berpuasa bisa dilakukan jauh sebelum mereka berusia baligh. Selain memberi berbagai manfaat bagi kesehatan tubuhnya, mengajarkan puasa juga membuat anak menjadi lebih siap saat nantinya wajib berpuasa. 

Memang,  terdapat sejumlah kendala bagi orangtua maupun anak untuk belajar berpuasa untuk pertama kalinya. Namun in sya Allah, kendala ini bisa diatasi.
Mula – mula, sebelum mengajari anak untuk latihan puasa, orangtua harus memiliki keyakinan kuat bahwa ibadah puasa memberikan manfaat yang luar biasa sehingga tekad untuk mengajak anak berpuasa pun semakin kuat. Berikut beberapa manfaat berpuasa bagi si kecil :

  1. Membuat tubuh anak makin sehat dan bugar
Saat tubuh berpuasa, saluran pencernaan akan beristirahat. Saat ini, energi yang biasanya digunakan sebagian besar untuk mencerna makanan digunakan untuk kegiatan tubuh lainnya. Seperti detoksifikasi tubuh dan meremajakan sel – sel hingga berbagai sistem dalam tubuh.
Kehidupan zaman modern membuat anak terbiasa mengonsumsi makanan instan dan terpapar berbagai zat berbahaya misalnya polusi udara. Zat – zat tersebut bisa menjadi racun di dalam tubuh anak. Puasa akan membuat tubuh anak bisa memaksimalkan fungsi detoksifikasi ini dan menjadikan tubuh anak semakin sehat dan bugar. 

2.       Menjadikan otak anak semakin cerdas dan fokus
Energi yang beralih saat berbagai organ beristirahat terutama sistem pencernaan, salah satunya bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan otak anak. Saat berpuasa, maka neutropik yang diturunkan dari otak akan mengalami peningkatan, yang membantu tubuh memproduksi sel – sel yang lebih banyak lagi dan meningkatkan fungsi otak. Hormon kortisol juga akan mengalami penurunan sehingga tingkat stres pun turun. Hal ini akan meningkatkan ketajaman berpikir dan menjadikan otak lebih kreatif.

3.       Mengajarkan kebiasaan baik yang berimbas bagi kecerdasan mental seperti kejujuran, kesabaran, disiplin dan empati.
Tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, puasa akan memberikan manfaat bagi kesehatan mental anak. Dengan berpuasa, anak akan dilatih untuk bersabar menahan lapar, dahaga dan hal – hal yang membatalkan puasa, jujur, tidak berbohong dan belajar berempati. Orangtua bisa mengajak anak untuk berbagi dan melihat langsung kondisi mereka yang kurang beruntung sehingga menambah rasa empati anak. Puasa juga mengajarkan anak untuk disiplin terhadap berbagai kegiatan dan pola waktu yang teratur.

 4.       Mengurangi ketergantungan gawai

Ketergantungan gawai pada anak merupakan momok yang menakutkan bagi orangtua. Dengan berpuasa, banyak kegiatan yang bisa dilakukan anak untuk mengalihkan dunianya dari gawai yang melenakan tersebut. Dengan peran aktif orangtua untuk melibatkan anak dalam berbagai kegiatan positif selama Ramadhan, diharapkan anak bisa mengurangi ketergantungannya terhadap gawai.

5.       Mendekatkan hubungan orangtua dan anak
Saat Ramadhan, banyak kegiatan yang bisa dilakukan bersama. Mulai dari sahur dan berbuka bersama, menyiapkan makanan untuk berbuka puasa, shalat tarawih berjamaah, tilawah Al Quran dan berbagai kegiatan lainnya. Hal ini akan membat hubungan anak dan orangtua menjadi dekat. Kedekatan ini akan membuat kecerdasan anak terutama emosionalnya menjadi lebih baik dan hubungan keluarga akan semakin indah.

Dengan mengetahui manfaat puasa bagi si kecil, berikut tips jitu mengajari anak untuk latihan berpuasa :

1.    Terapkan sikap “tega”
Memang tidak mudah mengajak anak berpuasa. Tubuh kecilnya seolah akan semakin kecil saat harus berpuasa. Padahal efek ini hanya bersifat sementara. Keutamaan puasa jauh lebih besar sehingga orangtua harus mulai mengajarkan anak berpuasa. Ajarkan pula anak tentang manfaat luar biasa dari puasa sehingga memberi tambahan semangat baginya untuk ikut berpuasa. Orangtua pun harus mencontohkan bahwa puasa sangat menyenangkan sehingga anak akan berpuasa dengan senang hati dan bukannya karena tekanan ataupun hanya karena takut dengan orangtua.

2.    Mulai dari yang sederhana
Biasanya anak – anak yang baru belajar berpuasa tidak langsung melaksanakannya dalam satu hari penuh. Orangtua bisa mulai mengajarkan puasa setengah hari. Dilanjutkan dengan menambah jamnya secara bertahap hingga anak bisa berpuasa penuh. Tetap ajak anak sahur dan melakukan aktifitas lainnya selama puasa untuk mengajarkan berbagai ibadah lainnya dalam bulan Ramadhan.

3.    Libatkan anak dalam berbagai kegiatan
Untuk mengalihkan fokus anak dari rasa lapar dan haus, ajak anak untuk melakukan berbagai hal. Jika anak merasa lelah, minta anak agar beristirahat di siang hari hingga mereka tak harus membatalkan puasanya. Usahakan kegiatan – kegiatan ini disukai anak sehingga membuat anak tak fokus dengan aktifitas puasanya.

4.    Berikan penghargaan
Sekecil apapun kemajuan anak, berikan penghargaan untuk setiap hal baik yang dilakukannya. Penghargaan ini akan meningkatkan rasa percaya diri anak dan membuatnya semakin bersemangat untuk berpuasa dan melakukan banyak kebaikan lainnya.

5.    Menyiapkan makanan yang disukai anak
Menyiapkan makanan yang disukai anak dengan tetap memperhatikan asupan gizinya akan membuat anak lebih bersemangat melaksanakan puasa. Libatkan anak dalam kegiatan memilih dan menyiapkan makanan ini sehingga anak akan lebih menyenangi aktifitas puasa karena mereka dilibatkan dan dihargai atas pilihan mereka.

 6.    Ajak anak tidur lebih awal
Usahakan anak tidur lebih awal agar mampu bangun sahur dengan semangat. Usahakan pula jam tidur anak tetap sama antara bulan Ramadhan dengan bulan lainnya. Jika istirahat anak cukup maka ibadah puasa tidak akan memberatkan anak.

Memang tidak mudah membiasakan anak untuk mulai berlatih puasa. Dibutuhkan usaha dari orangtua plus contoh – contoh baik agar anak bisa meneladani orangtua ketika berpuasa. Tunjukkan bahwa ibadah puasa itu sangat menyenangkan maka hal ini akan berbekas dalam memori anak sehingga ketika tiba saatnya ibadah puasa menjadi kewajiban bagi mereka, mereka telah siap menjalankan puasa dengan penuh kesadaran dan mendapatkan manfaat yang luar biasa untuk peningkatan kualitas kehidupan mereka di masa mendatang.

Sumber :
Dari berbagai sumber






No comments:

Post a Comment