Riawani Elyta: Cara Menata dan Membersihkan Rumah Buat Kamu yang Sibuk

New Romance Novel by Riawani Elyta

New Romance Novel by Riawani Elyta
Love Catcher
Wednesday, 30 January 2019

Cara Menata dan Membersihkan Rumah Buat Kamu yang Sibuk

[LIFESTYLE] Saya menulis ini, bukan berarti saya orangnya tipe yang rajin beberes. Banyak malasnya malah *jujur*. Pulang kantor udah capek. Walhasil acara menata dan membersihkan rumah digeser ke weekend. Itupun kalo nggak ada acara weekend di luar. Jadi, anggap ajalah tulisan ini nawaitu awalnya buat menyemangati diri sendiri dan mudah-mudahan dapat memotivasi yang baca biar nggak malas kaya’ saya, hehe.


Memiliki rumah yang bersih dan selalu tertata rapi, siapa yang nggak pingin? Rumah yang rapi dan bersih termasuk salah satu terapi yang dapat meningkatkan mood baik kita. Memberi ekstra semangat untuk melakukan aktivitas lain. Dan membersihkan rumah juga termasuk sarana positif untuk penyaluran emosi negatif. 

Teman-teman mungkin pernah mengalami, saat lagi marah dengan seseorang atau siklus PMS datang, jika disalurkan dengan beberes rumah, tiba-tiba aja energi jadi meningkat, output dari acara beberes pun jadi lebih baik. Kamar mandi jadi lebih kinclong, barang-barang lebih tertata rapi, dan sebagainya.

Tetapi, nggak mungkin juga ‘kan harus emosi dulu baru beberes rumahnya bisa maksimal? Apalagi, jika teman termasuk orang yang berada dalam kondisi berikut : bekerja di luar rumah, nggak punya ART, masih punya anak balita, dan sebagainya. Nah, tips-tips berikut bisa dicoba untuk membereskan rumah agar hasilnya kece badai : 

1. Berpikir bahwa kita mampu
Membereskan rumah itu ada banyak jenisnya. Mulai dari membersihkan perabotan, menyapu, mengepel, merapikan lemari, membersihkan kulkas, jendela, kamar mandi, mencuci piring, pakaian .... (silakan tambahin sendiri).

Jangan menghitung berapa banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi awali dengan pemikiran dan tekad bahwa kita mampu mengerjakannya dengan baik. Maka, percayalah, akan muncul energi psikis yang mendorong kita untuk bersemangat membereskan semua kekacauan, eh, rumah.

2. Menggunakan pembagian waktu
Sepeerti layaknya pekerjaan di kantor, pekerjaan rumah pun bisa diselesaikan dengan baik jika kita mengatur pembagian waktunya. Misalnya, hari ini kita hanya punya waktu 45 menit untuk beberes, maka kita bisa membaginya misalnya 10 menit untuk mencuci piring, 7 menit untuk merapikan perabotan sambil muter mesin cuci, 10 menit untuk menyapu, 7 menit untuk mengepel dan sisa waktunya untuk menjemur pakaian. 

Ketahui dulu berapa waktu yang kita butuhkan untuk melakukan masing – masing pekerjaan, sehingga kita dapat mengatur waktunya dengan tepat. Kalau misalnya rumahmu gede, mungkin 45 menit itu hanya cukup buat mengepel lantai, hehe.

3. Miliki alat bantu yang tepat dan tempatkan dengan tepat
Alat bantu yang tepat tidak hanya sekadar lengkap tersedia, seperti sapu, alat pel, kain lap hingga cairan pembersih. Tetapi juga kondisinya harus bagus. Misalnya, sapu yang ujungnya masih kuncup dan halus tentu hasilnya lebih baik ketimbang yang sudah kembang, jarang, mengeras dan menyimpan banyak debu. Kenali juga keocokan setiap benda yang harus dibersihkan dengan alat pembersihnya. Misalnya, permukaan kaca jendela dengan kaca meja. Yang satu mungkin hasilnya lebih baik jika dilap dengan koran, yang satunya lagi mungkin akan lebih kinclong dengan kain lap berbahan halus.

Tempatkan alat-alat perang di lokasi yang mudah terlihat, terjangkau dan tersimpan rapi. Karena terkadang, mengambil sebatang sapu dibawah tumpukan kardus di gudang lalu ketiban bonus tertimpa panci akibat barang-barang yang berantakan, bisa bikin mood  beberes langsung menguap sebelum memulai.

4. Mengelompokkan pekerjaan
Tidak semua pekerjaan rumah tangga harus dilakukan setiap hari. Ada beberapa pekerjaan yang misalnya cukup dilakukan seminggu sekali, sebulan sekali hingga 3 – 4 kali setahun. Misalnya membersihkan kulkas, bisa jadi cukup dilakukan dua kali perbulan, maka di kala itu, kita bisa meniadakan rutinitas yang lain, misalnya mengepel rumah, agar alokasi waktu kita tidak keteteran.


5. Tidak menunda pekerjaan
Begitu kita sudah menetapkan waktu untuk membereskan rumah, maka jangan menunda-nunda lagi. Langsung saja dikerjakan. Memberi diri kesempatan dan alasan untuk bermalas – malasan akan membuat kita semakin malas untuk memulainya.
Jangan pula menjeda waktu yang terlalu panjang antar pekerjaan. Lakukan secara estafet. Lalu istirahatlah setelah semuanya selesai dilakukan.

6. Menempatkan barang – barang sesuai peruntukan
Untuk memudahkan mengatur rumah, maka sediakan tempat untuk barang – barang sesuai kelompok jenisnya dan disiplinlah dalam penyimpanannya. Misalnya, tempat obat yang digunakan khusus untuk menyimpan obat, tempat peralatan cuci untuk menyimpan sabun, pewangi pakaian, cairan pel lantai dan sebagainya, tempat menyimpan ATK dan lain-lain. Selalunya, sumber ketidakrapian dan kekacauan awal adalah ketika barang-barang “kesasar” tempat. Obeng yang nyelip di rak stationery, gunting kuku yang nongkrong di kotak P3K, ataupun tali pinggang yang ngumpet di bak pakaian kotor.

Semoga saja tips-tips diatas bisa memudahkan kalian (dan juga saya) dalam membereskan rumah meskipun 24 jam sehari rasanya masih kurang. Karena rumah yang bersih dan tertata in sya Allah akan meningkatkan produktifitas, energi positif dan bikin suami betah di rumah, eh. [Lyta & Risa]

18 comments:

  1. nah ini... males bgt aku kalo beberes rumah. thanks tips nya. mesti nyicil beberes kayanya.

    ReplyDelete
  2. Aku paling males klo beresin rumah. Pdahal gak sibuk2 amat. Tipsnya mmbantu. Nanti saya coba

    ReplyDelete
  3. aku termasuk yang suka menunda-nunda pekerjaan .. :(

    ReplyDelete
  4. Makasih mbak tipsnya. Iya kadang kalau pulang kerja nyampe rumah malas beberes. Karena sudah terlanjur capek.

    ReplyDelete
  5. Good instrument, I think. Baiti jannati. Gimanapun rumah kita, kita harus jaga dan merawatnya

    ReplyDelete
  6. Aku mending disuruh masak daripada beberes, pusing. Kadang udah luangkan waktu eh bingung beberes mulai darimana. Point nomor satu itu susah, berpikir kalau kita mampu berberes.

    ReplyDelete
  7. Good mbak, jangan pernah berhitung berapa banyak kita melakukan pekerjaan

    ReplyDelete
  8. Daku suka beres-beres Mbak. Walau sering juga ninggal rumah berantakan...lagi capek kadang. Memang sih, ibu-ibu kebagian beres-beres ya? perlu diajarkan pada ananda agar bantu emaknya. Terima kasih atas tips Mbak.

    ReplyDelete
  9. pekerjaan yg paliiiing aku sebelin :D. secara ada 2 batita di rumah yg slalu aktif dan ga bisa bikin rumah rapi mba :D. dulu aku slalu marah2 krn baru juga rapi udh berantakan lg. tp skr, aku nyerah :p. biar ajalah berantakan, rapi sebentar, yg ptg anak2 puas main :D. kalo aku marah2 trus, bisa gila lama2 hahahaha

    ReplyDelete
  10. kalau saya beberes nya tengah malam aja mba, itu pun kalau gak ngantuk :D

    ReplyDelete
  11. Thank you very much for the presentation of today's article.
    Apakah Paru-Paru Basah Itu Menular ?

    ReplyDelete