Riawani Elyta: Tips Mudah Untuk Menabung Dan Hidup Hemat

New Romance Novel by Riawani Elyta

New Romance Novel by Riawani Elyta
Love Catcher
Friday, 21 December 2018

Tips Mudah Untuk Menabung Dan Hidup Hemat

Boleh percaya boleh tidak, urusan menabung dan hidup hemat, masih ada hubungannya dengan karakter. Saya mengenal sejumlah orang yang susaaah sekali mengerem laju keluarnya isi dompetnya. Nggak peduli meski hidupnya enggak termasuk kategori the haves, bahkan pas-pasan, tetap saja sulit bagi mereka untuk berhemat dan menabung. 

Membelanjakan uang dalam apapun bentuknya, entah itu untuk membeli barang, jalan-jalan atau menghadiahi orang lain, adalah kesenangan hidup buat mereka. Jika tidak melakukannya, mereka akan bete dan galau.

Sementara itu, terdapat segolongan orang yang tanpa diajarkan ilmu finansial pun, mereka sudah secara alamiah hidup hemat dan menabung. Bagi golongan ini, membelanjakan uang diluar keperluan justru terasa merisaukan dan sebuah pemborosan.

Nah, hidup di jaman yang harga barang lebih sering naik dan sangat langka terjadi penurunan, belum lagi tuntutan gaya hidup dan pergaulan, mau enggak mau, suka enggak suka, si boros pun harus belajar hemat dan membiasakan untuk menabung. Karena, punya uang banyak pun, ibarat gunung, jika terus dikikis lama-lama akan jadi bukit. 

Lalu, bagaimana tips mengelola uang buat si boros, dan bisa juga dilakukan oleh si hemat? Berikut beberapa tips yang bisa dicoba :

1. Menyisihkan uang pecahan Rp. 20.000,-
Ini sempat viral dan fenomenal beberapa waktu lalu, yaitu menabung khusus uang pecahan Rp.20.000,-, karena uang pecahan ini relatif jarang ditemui. Kebiasaan ini bisa dicoba oleh mereka yang enggak suka menabung. Anggap saja sebagai gaya hidup masa kini. Enggak nabung dua puluh ribu, enggak keren.

2. Menabung di muka
Saat menerima gaji, sebaiknya langsung ditabung sekian persen darinya dan komitmenlah untuk enggak diambil-ambil apapun yang terjadi. Kecuali kalau situasinya emang darurat banget dan engak ada jalan lain kecuali dengan mengambil tabungan. Jika yang dilakukan adalah hal sebaliknya, menggunakan gaji dan baru berencana untuk menyimpan sisanya di akhir bulan, ini biasanya lebih banyak yang gagal ketimbang berhasil, hehe.

3. Buka rekening khusus untuk tabungan
Rekening ini sebaiknya berbentuk tabungan yang susah untuk diambil. Misalnya deposito berjangka. Sekarang, deposito udah bisa dibuka mulai dari nominal sejuta. Karena kalau semuanya ditabung pada rekening yang bisa diambil setiap waktu, maka peluang untuk saldo menipis lebih gede daripada bertahan.

4. Hindari berutang atau meminjam untuk membeli gaya hidup
Boleh percaya atau tidak, ada orang-orang yang emang punya "hobi" meminjam. Baik itu pinjaman kepada individu maupun kepada lembaga, bank atau koperasi. Padahal pinjaman itu bukan karena situasi darurat atau modal usaha. Lebih parah lagi, ada yang bilang, kalo enggak minjam bank, gimana mau nabung?

Hey, please stop this wrong perception! Utang tetaplah utang. Dalam neraca keuangan tidak akan pernah berubah menjadi aset. Jadi, meskipun nantinya uang hasil pinjaman bank berakumulasi didalam rekening dan anda menganggapnya sebagai tabungan, setiap bulan anda harus mengeluarkan uang untuk pengembalian plus bunganya. (dan ini belum masuk ke pembahasan riba. Untuk hal ini lebih baik diserahkan kepada ahlinya).

5. Terapkan pola hidup minimalis
Sekarang ada gaya hidup yang mulai trend, yaitu pola hidup minimalis. Jadi segala aset yang ada di rumah adalah yang benar-benar dibutuhkan (terkecuali aset untuk investasi). Jika ada yang dibeli, maka harus ada yang dikeluarkan. Misalnya kita membeli satu stel baju, maka kita harus mengeluarkan satu stel untuk disumbangkan. Pola ini sebenarnya sudah lama diterapkan di negara tetangga kita Singapura. Karena hunian mereka ukurannya kecil, maka ketika mereka membeli perabot baru, perabot yang lama harus dikeluarkan. Kalo enggak, entar rumahnya bakal enggak muat untuk penghuninya.

Terlalu banyak menyimpan barang yang engak dipakai juga diyakini bisa bikin hisab kita di akherat lebih panjang urusannya. Dalam hal ini, bagi yang muslim, kita bisa mencontoh Rasulullah SAW yang sebelum akhir hidupnya berpesan agar semua harta yang masih tersisa padanya disedekahkan.

Nah, itulah beberapa tips hidup hemat dan menabung yang mudah-mudahan bisa direalisasikan dan bermanfaat. Kalian punya tips menabung dan berhemat juga? Sharing yuk!

11 comments:

  1. Saya sedari kecil dibiasakan ortu saya untuk menabung, alhamdulillah. Begitu suami gajian, langsung ditabung sebagian. Kalaupun suatu saat suami ambil tabungan untuk keperluan mendesak, dia harus balikin 😂😂

    ReplyDelete
  2. Yang menyisihkan uang pecahan 20.000 layak dicoba. Kalau yang lainnya insya Allah sudah dicoba...

    ReplyDelete
  3. Bener banget soal hemat ga hemat ada kaitannya sama karakter. Jd kepikiran biar anak2 kebina karakter bijak mengelola keuangannya ... kl saya dan suami tipe yg nabung di awal ... mice share mba ...

    ReplyDelete
  4. Setuju mba, saya juga bertekad hidup minimalis nih ❤️

    ReplyDelete
  5. Saya berusaha menyisihkan uang untuk nabung. Berusaha jadi kebiasaan. Dimulai dari uang receh sisa kembalian. Si kecil juga sudah ditulari virus ini hehehehe. Mudah-mudahan jadi kebiasaan sampai besar nanti

    ReplyDelete
  6. Nabung di muka itu bener banget! Saya sdh coba dan memang lebih efektif dibanding menunggu sisa (yang seringnya enggak pernah ada sisa, hehe). Terima kasih sharingnya mbak :)

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah sejak kecil dibiasain menabung sama ibu
    Semoga kebiasaan ini juga bisa aku tukarkan ke anakku

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah walau saya buka termasuk orang yang gemar menabung tapi pedoman hidup kami adalah tidak utang pinjam, kredit atau main arisan.

    ReplyDelete
  9. Bener banget nih menabung emang penting. Klo aku punya satu rekening yg khusus utk menabung dan nggak boleh diambil.

    ReplyDelete