Riawani Elyta: Review Film Train to Busan : Karakter Manusiawi yang Mengelupas oleh Serangan para Zombie

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Tuesday, 20 September 2016

Review Film Train to Busan : Karakter Manusiawi yang Mengelupas oleh Serangan para Zombie



Train to Busan
Saya termasuk kudet untuk film Korea. Seumur-umur, drakor yang tamat saya tonton baru Descendant of The Suns (DoTS), dan untuk film, baru film Train to Busan (TtB). Film horor terbaru Korea Selatan yang meledak di box office. Dan saya juga termasuk juaaraang mereview film. Tetapi, melihat tingginya atensi penonton dan calon penonton film ini, juga karena saya sendiri cukup terkesan dengan film ini, saya mencoba mereview film ini semaksimal yang saya bisa.

Kisah ini berfokus pada rentetan kejadian saat para penumpang kereta menuju Busan diserang oleh para zombie. Zombie itu sendiri terbentuk dari virus yang ditularkan dengan cara digigit, oleh manusia yang sudah terinfeksi sebagai zombie. Diantara para penumpang kereta, terdapat pasangan ayah – anak Sook-Woo (diperankan Gong Yoo) dan Soo-An (diperankan Soo-an Kim), yang menuju Busan atas permintaan sang anak untuk bertemu ibunya yang akan berulang tahun di Busan. Ayah dan ibunya sudah berpisah. Dan sang ayah yang bekerja sebagai manajer saham, sesungguhnya enggan mengantar anaknya ke Busan karena kesibukannya. Namun kemudian ia memutuskan untuk cuti dan menemani Soo-An naik kereta KTX menuju Busan.

Ketegangan dalam kereta dimulai saat seorang perempuan yang telah terinfeksi namun tak disadari oleh penumpang lain, dengan cepat menularkan virus zombie dengan menggigit siapapun yang ditemuinya. Dalam sekejap, lebih separuh isi gerbong kereta telah menjelma zombie. Tidak hanya didalam kereta, di beberapa tempat perhentian kereta, manusia yang ada pun telah terinfeksi menjadi zombie. Bisa dibayangkan, bukan? Gimana rasanya berada dalam perjalanan dan persinggahan yang dikelilingi oleh para kanibal?

Kisah para penumpang di dalam gerbong kereta yang mencoba bertahan hidup  dengan cara berlari, menghindar dan melawan, selanjutnya mendominasi isi cerita diselingi kisah hidup beberapa penumpangnya. Selain pemain utama sang ayah - anak Sook-Wo dan Soo-An, juga ada pasangan suami istri Sang Hwa dan Sung Kyung yang tengah hamil besar, dua remaja Young Gook dan Jin-hee yang saling jatuh cinta, dua wanita lansia, dan seorang tunawisma sebagai survivor utama.

Berbeda dengan rata-rata film zombie produksi Hollywood, TtB tidak menampilkan hal-hal detil seputar cikal bakal virus yang menyebabkan manusia berubah menjadi zombie. Sesuai judulnya, cerita ini memang fokus pada perjuangan para penumpang melarikan diri dari serangan para zombie menuju satu-satunya tempat yang masih aman : Busan.

Alur cerita bergerak cepat dengan setting utama berlangsung di atas kereta dan stasiun-stasiun yang disinggahi. Jujur saja, menonton sebagian awal cerita, saya sempat merasa bosan, karena tahu-tahu saja sudah menampilkan zombie attack dan manusia yang dengan cepat menjelma zombie serta terus menyerang dengan agresif. Namun mulai dari pertengahan film, baru deh cerita ini pelan-pelan menunjukkan sisi drama dan humanisnya. Benarlah bahwa karakter sejati manusia, salah satunya ditunjukkan saat menghadapi konflik dan situasi yang sulit.

Perjuangan para penumpang untuk melarikan diri dari zombie attack, telah mengelupas karakter asli dan sisi humanis mereka serta tak sedikit yang mengalami transformasi karakter. Salah satunya adalah sosok sang ayah yang semula sangat kaku, selfish dan kurang peduli dengan anaknya (saya sampe gemes sendiri melihat ketidakpedulian ayah satu ini kepada putri kecilnya), namun serangan para zombie akhirnya mengubah total dirinya menjadi seorang ayah yang rela berjuang mati-matian demi menyelamatkan anaknya.  

TtB mempertontonkan berbagai karakter manusia : yang egois dan hanya memikirkan keselamatan diri sendiri, yang rela berkorban untuk keselamatan orang lain, yang menjelma egois karena alasan tertentu sampai tega mengorbankan orang lain demi keselamatan diri sendiri, dan sebagainya. 

Pasangan ayah – anak Gong Yoo– Soo-an Kim bermain apik di sini. Gong Yoo berhasil menampilkan karakter seorang ayah yang egois namun di akhir cerita menunjukkan sisi kebapakannya yang luar biasa (mata saya mulai berkaca-kaca  saat Gong Yoo mengenang kembali masa-masa Soo-an Kim masih bayi), dan Soo-an Kim sebagai aktris cilik, mampu bermain natural namun tetap menguras emosi penonton (saya kembali berkaca-kaca di adegan akhir saat Soo-an Kim menyanyikan lagu yang belum sempat ia perdengarkan pada ayahnya).   

Gong Yoo
Oh ya, saya juga baru tahu kalau Gong Yoo ini ada di urutan pertama calon pemeran utama drama DOtS. Tetapi, karena bentrok dengan syuting TtB, akhirnya peran itu berpindah kepada si imut Song Joong Ki yang ternyata adalah kandidat kelima. 

Soo Jong Ki
Daan....bocorannya lagi nih, nama Song Joong Ki kabarnya sudah masuk dalam daftar pemain untuk bakal sekuel TtB. Apakah Song Joong Ki akan menggantikan Gong Yoo sebagai pemeran utama? Atau Song Joong Ki akan menjadi zombie yang mengejar-ngejar Gong Yoo? Kita lihat saja nanti ya :)

Ketegangan, keseruan dan sisi-sisi yang menyentuh, semuanya terbalut apik dalam film TtB ini. Inilah film horor pertama yang mampu memberikan kesan berbeda di hati saya. Bukan perasaan lelah karena rentetan horor yang mencekam, atau perasaan puas saat semua musuh telah tewas atau kalah, tetapi menghadirkan semacam renungan kecil akan betapa pentingnya kita menghargai waktu dan kesempatan sebelum hal tersebut direnggut dari kita. Salah satunya, waktu dan kesempatan kita bersama anak-anak dan keluarga. Jangan sampai, penyesalanlah yang kemudian menghampiri kita, ataupun kesadaran yang baru datang saat kita berhadapan dengan situasi tersulit seperti yang dialami oleh sosok sang ayah dalam film ini. Situasi ketika kesempatan kita untuk menunjukkan kasih sayang pada orang yang kita cintai, hanya tinggal untuk menyelamatkannya dari ancaman kematian yang terlalu dini.

Judul                           : Train to Busan
Sutradara                   : Yeon Sang Ho
Pemain                       : Gong Yoo, Kim Su-an, Jung Yu-mi, Ma Dong Seok
Tahun Produksi        : 2016

22 comments:

  1. Sepertinya filmnya bagus. Udah lama bgt gak nonton drama korea XD

    ReplyDelete
  2. saya juga baru nonton, mbak. tapi berhubung lagi hamil nontonnya diskip-skip. padahal bagus. heu
    eaa itu kalau gong yo beneran jadi main di dots pasti lebih keren dari jong ki. tapi nggak nyesal juga dia milih film ini karena sukses besar juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya pas adegan zombie attack juga saya skip karena si kecil ikut nonton. Iya bener filmnya sukses besar, nggak nyesel deh si Gong Yoo

      Delete
  3. Aku suka nonton yg zombi2 gini apalagi kalau bukan hanya adegan kejar2an.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Plotnya bagus. Selang seling antara kejar2an dgn dramanya

      Delete
  4. Emmm,,, gak terlalu hobi nonton kalau saya, :D, hobinya baca blognya Kak Lyta, eaaaa, :p

    ReplyDelete
  5. wah saya pun termasuk yang kudet drako korea, terakhir nonton drakor meteor gardenn hehehe. btw, jadi pengen nonton cari filmnya akh sekalian nyobain nonton film lepas korea

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya lebih kudet lagi. Meteor garden pun tak pernah nonton haha

      Delete
  6. Aku nggak berani nonton pilem yang ada zombiezombie mba..
    Apalagi ada adegan anak dan bapak yang bikin akus edih. Tapi banyak yang bilang pilem ini juga baguss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya zombie2nya cukup nyeremin. Tapi adegan dramatisnya bikin efek serem jd ternetralisir

      Delete
  7. Aku gak suka nonton horor korea karena satu alasan: muka mereka mirip orang kita. Jadi aku suka ketakutan sendiri krn keingetan. Mending film horor bule deh. Atau hantu bule. Atau zombie bule. Yg asia serasa terjadi di dekat kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo horor aku paling parno nonton thai movie. Meski efeknya sederhana tapi cekamannya kuat banget. Bisa kebayang sampe berhari2

      Delete
  8. Aku gak suka nonton horor korea karena satu alasan: muka mereka mirip orang kita. Jadi aku suka ketakutan sendiri krn keingetan. Mending film horor bule deh. Atau hantu bule. Atau zombie bule. Yg asia serasa terjadi di dekat kita.

    ReplyDelete
  9. Sukak sama yg horor2 begini😊

    ReplyDelete
  10. Baru selesai nonton, baguuss bgt n kereen :-)

    ReplyDelete
  11. Baru selesai nonton, baguuss bgt n kereen :-)

    ReplyDelete
  12. dah lama nggak nonton film korea
    baca reviewm mbak lyta jadi kepengen nonton
    kayaknya keren bgt

    ReplyDelete