Riawani Elyta: 4 HAL YANG HARUS ANDA KETAHUI TENTANG AIB

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Sunday, 18 September 2016

4 HAL YANG HARUS ANDA KETAHUI TENTANG AIB

4 HAL YANG HARUS ANDA KETAHUI TENTANG AIB
Belum lama ini, publik tanah air dikejutkan dengan kabar akan rahasia masa lalu seorang motivator handal yang konon dihembuskan oleh darah dagingnya sendiri. Terlepas dari benar tidaknya kabar tersebut, satu hal yang dapat kita jadikan pelajaran, bahwa sesuatu yang menjadi “aib” masa lalu, tetaplah menjadi bagian dari kehidupan manusia sampai kapan pun.


Manusia memang tak lepas dari salah dan khilaf. Namun, kita harus senantiasa menjaga diri dan memohon perlindungan kepadaNya agar kesalahan dan kekhilafan kita tidak menjelma aib yang mencemarkan nama baik. Oleh karenanya, ada beberapa hal penting tentang aib yang harus kita ketahui, agar kita tak mudah terjebak dalam kekhilafan besar yang pada gilirannya akan mendatangkan aib didalam kehidupan kita :

      1.        Saat kita dipuji dan disanjung banyak orang atas kebaikan dan prestasi yang kita miliki, sadarilah, bahwa itu bukan semata-mata karena kebaikan dan prestasi kita, tetapi karena Allah swt selalu merahasiakan aib kita sehingga orang-orang di sekitar kita hanya mengetahui sisi-sisi kebaikan yang kita miliki.

Cobalah bayangkan, andaikan Allah swt membukakan semua aib yang pernah kita lakukan di masa lalu dengan kekuasaanNya, apa yang akan terjadi? Sedangkan satu aib yang terbuka saja sudah cukup untuk membuat banyak orang memalingkan muka? Bagaimana pula jika tak ada aib yang bisa kita sembunyikan?

Oleh karenanya, janganlah kita mengumbar aib diri sendiri yang telah ditutup oleh Allah swt. Begitu pula aib saudara-saudara kita. Rasulullah SAW bersabda :
“Barang siapa yang menutupi aib saudaranya muslim, Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat, dan barang siapa mengumbar aib saudaranya muslim, maka Allah akan mengumbar aibnya hingga terbukalah kejelekannya walau ia di dalam rumahnya.” (H.R. Ibnu Majah).

      2.    Aib mungkin hanyalah setitik noda di masa lalu. Namun aib adalah noda yang permanen. Ia akan terus membayangi hidup kita meski dalam ujud paling samar sekalipun. Jika kita merupakan “pelaku” aib tersebut, maka aib itu akan ujud dalam rasa bersalah. Sesekali ia akan menghampiri kita di masa ini lalu mengepung kita dengan perasaan gelisah. Jika kita merupakan korban dari aib tersebut, maka aib akan muncul dalam bentuk trauma. Kadarnya bisa ringan, sedang atau berat, tergantung seberapa parah aib yang menimpa kita di masa lalu, dan seberapa kuat kita berhasil mengatasinya.

     3.   Jika aib di masa lalu disebabkan oleh dosa dan kekhilafan yang kita lakukan, dan kita memilih untuk mengabaikannya atau berpura-pura lupa, maka percayalah, cepat atau lambat, aib itu akan kembali memantul didepan kita. Boleh jadi pantulannya akan langsung mengenai kita, atau kepada keluarga kita, atau justru aib yang sama akan dilakukan kembali oleh anggota keluarga kita.

Saya mau sedikit bercerita kisah nyata tentang seorang lelaki yang terbiasa menyewa jasa perempuan seks komersil. Suatu hari ia datang ke sebuah hotel dan seperti biasa, ia meminta dicarikan perempuan untuk menemaninya bermalam di hotel tersebut. Tak lama kemudian, “pesanan”nya pun datang. Dan....betapa terkejutnya ia karena sang perempuan “pesanan” itu, ternyata adalah putri kandungnya sendiri!

Kita mungkin tak lagi mengingat persis akan aib yang pernah kita torehkan, tetapi, tak ada satupun aib yang luput dari pengawasanNya. Jadi, sebelum aib di masa lalu menampakkan wajahnya kembali dalam ujud yang tak disangka-sangka, senantiasalah bertaubat dengan bersungguh-sungguh dan memohon ampun kepada Allah untuk semua dosa dan khilaf yang pernah kita lakukan.

     4.  Diantara dosa yang paling sulit kita hindarkan, adalah membicarakan aib orang lain dibelakangnya atau menggunjing. Padahal, perumpamaan menggunjingkan orang lain samalah halnya dengan kita memakan bangkai saudara kita sendiri. Lebih dari itu, bukan hal mustahil bahwa aib kita akan dibukakan pula melalui pergunjingan orang lain.

Simaklah hadits berikut ini :
“Janganlah kamu mengumpat kaum muslimin dan janganlah mengintip aib mereka, maka barang siapa yang mengintip aib saudaranya, niscaya Allah akan mengintip aibnya dan siapa yang diintip Allah akan aibnya, maka Allah akan membuka aibnya meskipun dirahasiakan di lubang kendaraannya.” (HR. at-Tirmidzi)
 
Jadi, walaupun lidah tidak bertulang, dan menggunjingkan aib orang lain sudah sama ringannya dengan kita sekadar “say hello”, berusahalah untuk menghindarinya, karena tak ada manfaat yang bisa kita dapatkan dari saling membuka aib. Sebaliknya, ancaman dosa dan ganjaran buruklah yang sudah menanti kita.

Mari selalu menjaga diri dari perbuatan dosa yang dapat menjejakkan aib didalam kehidupan kita, mari kita selalu bertaubat dan memohon ampun serta senantiasa menutupi aib saudara-saudara kita. Mudah-mudahan Allah swt akan selalu menutupi aib kita dan merahmati kita dengan kasih sayangNya.

15 comments:

  1. bener ya, banyak orang suka buka aib orang lain ya dan sepertinay suka banget dan tampak puas gitu, padahal kalau kita merasakan bagaimana kalau aib kita dibuka orang lain kan sedih juga

    ReplyDelete
  2. Jaman sekarang malahan aib jadi sumber rejeki lho Mak... Coba lihat saja infotainmaent dan tabloid-tabloid yang tidak malu-malu lagi membuka aib para tokoh terkenal. Dan kita pun seakan mengaminkan dengan membaca dan memberikan komentar-komentar padahal belum tentu kebenarannya.... semoga kita dijauhkan dari dosa yang tak terasa ini ya Mak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya....kadang cuma nonton dan baca sekilas pun kita nggak sadar jd ikutan ngomongin

      Delete
  3. Sebenernya ringkas saja ya Mbak, "berkata baik atau diam", tapi ini pun suliiit sekali dilakukan. Apalagi sekarang jamannya jaman medsos, makin gampang orang membully, dan menyimpulkan macem-macem serta berpendapat sendiri :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Medsos malah terkadang jadi sarana untuk membesar2kan aib

      Delete
  4. sangat menarik mbak tulisannya..tfs ya mbak saya setuju dengan komentar mbak junita aib sekarang sering diumbar2 demi segepok uang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2...uang memang punya power yg dahsyat ya...dosa pun bisa dikemas sedemikian rupa demi uang

      Delete
  5. Sayangnya justru sekarang yang lebih disukai adalah aib orang lain tanpa pernah merasakan gimana perasaan orng yg dihujat :) makasih remindernya Mba ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2...iya orang mudah banget men judge orang lain tanpa peduli perasaan orang yg dibicarakan

      Delete
  6. Astaghfirullah, aib akan terus membayangi orang walaupun dia menghindar ya mba, intinya kalau nggak mau terbuka jgn membuka aib orang

    ReplyDelete