Riawani Elyta: Ngeblog Yang Bikin Happy [Resensi Buku Blogging : Have Fun and Get the Money]

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Thursday, 12 May 2016

Ngeblog Yang Bikin Happy [Resensi Buku Blogging : Have Fun and Get the Money]

Ngeblog Yang Bikin Happy



Ngeblog yang Bikin Happy itu, ....seperti apa sih? Nggak dipungkiri, perkembangan era digital yang begitu pesat membawa berkah tersendiri bagi sebagian kalangan. Salah satunya adalah bagi para penulis blog atau blogger. Kenapa? Karena sekarang, para blogger udah mendapat apresiasi lebih baik ketimbang beberapa tahun silam. Banyak brand atau perusahaan yang mempercayakan blogger sebagai partner dalam strategi promosi dan pemasaran mereka melalui kerjasama job review. Para blogger juga punya peluang lebih luas untuk mendulang penghasilan melalui aktivitas ngeblog.


Apalagi, ditunjang oleh keberadaan media sosial dan sarana komunikasi digital yang nyaris tanpa batas, membuat informasi tentang dunia blog inipun berkembang dengan cepat dan mudah diakses banyak orang. Baik itu yang melalui tulisan-tulisan di internet tentang blogging, ataupun melalui blow up para blogger itu sendiri di media sosial tentang #berkahngeblog.

Nggak heran, banyak orang kemudian tertarik untuk menjadi blogger. Sebagian mereka yang dulunya memanfaatkan blog semata-mata untuk curhat dan tulisan personal, sekarang sudah lebih aware dan berusaha lebih giat agar blognya nggak hanya sekadar jadi tempat curhat, tetapi juga bisa menghasilkan (uang)

Tetapi, untuk bisa memiliki sebuah blog yang menghasilkan uang atau istilah kerennya sekarang, blog monetization, tentu dibutuhkan ilmu dan keterampilan yang cukup. Nah, ilmu inilah yang dikupas tuntas oleh Carolina Ratri dalam buku terbarunya yang berjudul Blogging : Have Fun and Get The Money.

Buku ini terbagi atas 7 (tujuh) Chapter. Diawali dengan Chapter 1 : Pendahuluan yang membahas kenapa kita harus blogging, hasil apa aja yang bisa kita peroleh dari ngeblog, dan pengantar awal tentang bagaimana ngeblog yang menghasilkan.

Pada sub bab pertama di Chapter ini : Why Blogging, ada 7 (tujuh) alasan yang dirangkum penulis dari para blogger aktif tentang alasan mereka ngeblog, mulai dari sekadar buat gaya-gayaan, menyalurkan hobi, ajang curhat, menambah penghasilan, sarana belajar, mengasah kemampuan dan untuk eksistensi. Jujur aja, semua alasan ini pernah menjadi latar belakang saya buat ngeblog. Awal saya bikin blog karena ikut-ikutan trend saat itu. Setelah punya blog, saya lalu memanfaatkannya sebagai tempat “penampungan” curhat-curhat saya yang sebelumnya saya tuangkan di catatan facebook, juga buat ikutan lomba dan sarana menyalurkan hobi membaca dan meresensi. Dan makin kesini, Alhamdulillah tujuan saya ngeblog kian terarah. Apa itu? Kita bahas nanti aja ya. Sekarang, saya mau mengulas buku ini dulu.:)

Pada sub bab berikutnya  : Apa Sih, Hasil dari Ngeblog?, kita akan mendapat informasi tentang hasil-hasil yang bisa diperoleh dari ngeblog selain materi, seperti mendapatkan banyak teman, menemukan hobi lain, become a better writer, dan sebagainya. Selanjutnya, apa yang menjadi fokus bahasan buku ini, akan kita temukan kisi-kisi awalnya di sub bab ketiga : Yuk, Ngeblog yang Menghasilkan!

Bagi para blogger pemula, khususnya yang ingin menjadikan blognya lebih profesional, Chapter 2 : Let’s Blogging akan memberimu panduan dasar yang lengkap. Mulai dari menentukan Niche, nama dan judul blog, Platform apa yang akan digunakan, mendaftarkan blog ke search engine, dan tips dasar SEO.

Pada Chapter 3 : Blogging is Writing, penulis menekankan pentingnya menjadikan aktivitas menulis sebagai passion, bagaimana teknik dasar menulis blog, kiat mencari ide tulisan, warning terhadap plagiarisme, dan bagaimana memelihara semangat ngeblog agar tetap terjaga.

Pembahasan pada Chapter 4 : Blogging For Job Review, sepertinya menjadi pembahasan yang paling dinantikan oleh banyak blogger pemula, karena inilah Chapter yang menyajikan secara lengkap tentang seluk beluk job review. Mulai dari pengertian Job Review, bagaimana cara mendapatkannya, all about ratecard, dan langkah-langkah yang harus dikerjakan mulai dari menulis artikel, mempublikasikan dan melakukan bookmarking.

Chapter 5 : Apa Kata Para Blogger dan Advertiser? Merangkum pengalaman para Headhunters dan Job Reviewers tentang aktivitas ngeblog mereka selama ini dan apa aja yang udah mereka dapatkan dari ngeblog. Di deretan para Headhunters, kita akan menemukan nama Aldi Terren Putra, Indah Julia Sibarani, dan Isnuansa Maharani. Untuk para job reviewers, ada nama Elsa Situmorang, Winda Krisnadefa dan Istiarina Putri. Tulisan tentang pengalaman mereka disajikan dalam bentuk interview. Dan dalam salah satu jawaban interview, seorang blogger mengaku pernah mendapatkan Rp.10 juta dari aktivitas job review dan ngetweet. Wow! Siapa orangnya, dan bagaimana prosesnya, silakan baca sendiri ya!

Chapter 6 : Cara Lain Menghasilkan Uang dari Blog, akan menyajikan peluang lain memperoleh penghasilan dari ngeblog, yaitu melalui Google Adsense dan Program Afiliasi.

Pembahasan buku ini ditutup dengan cantik oleh penulis di Chapter 7 : Penutup yang menyajikan tentang pentingnya merawat blog selayaknya rumah, pentingnya blogger melakukan 3K (Keep Updated, Keep Learning and Keep Sharing), dan juga socialize and networking.

Judul                     : Blogging : Have Fun and Get the Money
Penulis                 : Carolina Ratri
Penerbit              : Stiletto Book
Tahun                   : 2015
Hal                          : 245 hal

------------------------------------------------------

Sebelum membeli buku ini, saya udah cukup banyak membaca artikel-artikel penulisnya mbak Carolina di blognya www.carolinaratri.com yang memang fokus pada creative writing. Banyak hal baru saya peroleh tentang dunia blogging melalui artikel-artikel beliau, bahkan pertama kalinya saya tahu web-web penyedia gambar gratis, juga dari blog ini.

Jujur, saya memang masih minim ilmu seputar blogging, juga belum menjadikan aktivitas ngeblog sebagai aktivitas profesional (baca : dijadiin profesi), tetapi, di era digital ini, mau tidak mau, saya harus memotivasi diri untuk terus meng-update ilmu seputar blogging. Karena fungsi personal blog buat saya sekarang, selain untuk sarana penyaluran hobi, juga untuk eksistensi dan personal branding.

Yup. Sebagai seorang penulis buku, saya merasa penting untuk memiliki blog yang baik dan representatif. Nggak hanya sekadar sebagai sarana promosi, tetapi juga untuk memperkuat branding dan membagikan hal-hal yang bermanfaaat tentang dunia kepenulisan.

Selain untuk menambah ilmu seputar dunia blogging, alasan lain saya membeli dan membaca buku ini, karena saya termasuk pembaca setia blog mbak Carolina. Asli, saya orangnya mudah lupa. Meskipun sebagian besar topik yang ditulis oleh mbak Carolina di buku ini, sudah banyak bertebaran di internet, tetapi, saya sering lupa mencatat atau menyimpan link blog yang berisi informasi tersebut. Kecuali untuk beberapa niche blog, saya memang hampir nggak melewatkan kesempatan untuk mampir, termasuk blog mbak Carolina, karena saya tahu persis bahwa topiknya fokus membahas seputar creative writing termasuk blogging. Beberapa kali pula saya men-screenshoot tulisan mbak Carolina yang saya anggap penting untuk saya simpan. Jadi, seperti yang dikatakan mbak Carolina dalam buku ini bahwa blog ber-niche cenderung mempunyai pembaca yang loyal, it’s really true.

“Niche blog give you an audience that you understand, and that understand you.” (hal.28)

Tentang buku ini sendiri, berikut adalah beberapa kesan positif yang saya dapatkan :
  1.  Menyajikan info secara holistik dan sistematik
Selama ini, ilmu seputar blogging lebih banyak saya peroleh di internet. Dan konsekuensinya, meskipun saya meng-update-nya secara rutin dari beberapa niche blog sekalipun, tetap saja info-info tersebut tidak saya peroleh secara urut. Nah, dengan adanya buku yang merangkum ilmu-ilmu seputar blogging secara lengkap dan runut seperti buku ini, it’s very supportive and helpful, karena saya nggak perlu browsing sana-sini untuk mendapatkan informasi-informasi seputar blogging. Apalagi saat jaringan lemot, atau mata udah sepet karena kebanyakan kerja didepan laptop, baca buku yang padat informasi seperti buku ini adalah cara yang jauh lebih efektif ketimbang browsing.

Apalagi, tipe tulisan mbak Carolina sama persis dengan tulisan-tulisan di blognya : santai, komunikatif dan mudah dipahami. Jadi, saya juga nggak menemui kesulitan saat membaca dan mencerna tulisan mbak Carolina yang tertuang dalam buku.

2.       Memahami hal-hal yang baru
Ukuran kebaruan sangat relatif. Termasuk dalam hal ilmu dan tips. Ilmu yang bagi blogger sekelas mbak Carolina, sudah hapal luar kepala, buat saya justru lebih banyak yang benar-benar baru. Contohnya saja tentang pentingnya mendaftarkan blog ke Search Engine, bookmarking, seluk beluk ratecard dan juga google analytics. Jadi, baca buku untuk nambah ilmu itu memang nggak ada ruginya deh.

3.       Lebih nempel di ingatan
Yup. Saya tipe yang cepat lupa. Semakin banyak info yang saya baca di internet, biasanya semakin cepat pula berlalu dari ingatan. Meskipun memori manusia punya kapasitas penyimpanan yang sangat besar, tetapi, jika apa yang dibaca nggak sering-sering dipraktekkan ataupun dibaca ulang, tetap aja sulit untuk mengingat semuanya. Nah, dengan adanya ilmu yang terangkum di dalam buku seperti buku ini, sewaktu-waktu saya  tinggal buka bagian mana yang saya butuhkan dan membacanya ulang. Ini akan bikin ilmu dan informasi mudah terserap dan tinggal lebih lama dalam ingatan sehingga mudah pula untuk “memanggilnya” kapan diperlukan.

4.       Memotivasi komitmen ngeblog
Buku ini juga seperti asupan vitamin yang memotivasi saya untuk tetap konsisten ngeblog. Meskipun pilihan niche blog saya kurang potensial untuk diajak kerjasama oleh brand-brand yang ngasih fee gede (saya memilih niche sebagai book-blogger, writer and book writing course), tetapi ilmu-ilmu yang dibagikan dalam buku ini membuat saya yakin bahwa hal terpenting dari ngeblog adalah konsistensi  dan manfaat yang bisa kita bagikan lewat ngeblog. Saya yakin, pilihan untuk menjadikan blog sebagai sarana branding and sharing juga adalah pilihan yang baik. Saya juga nggak saklek-saklek amat. Saat-saat tertentu, jika lagi bosen meresensi, saya juga menyediakan blog saya untuk – meminjam istilah Langit Amaravati – untuk tempat kost-kostan alias content placement, hehe. Saat tertentu saya juga mencoba peruntungan di even lomba dan giveaway atau nerima job review meski frekuensinya tidak terlalu sering.

Seperti yang disarankan mbak Carolina dalam buku ini, bahwa sesekali kita boleh kok nulis yang di luar niche blog kita, asal jumlah post-nya tetap dijaga agar nggak melampaui frekuensi tulisan kita yang relevan dengan niche blog.   

 5.       Menambah dan memperdalam pengetahuan tentang dunia blogging
Jujur saja, saya  pernah mengalami masa baper saat rekan-rekan blogger memamerkan penghasilan mereka yang “wah” dari job review. Kalo sekadar pamer sih saya nggak terlalu ambil pusing, tetapi sampe ada yang terang-terangan membandingkan penghasilan ngeblog dengan penghasilan yang bisa didapat dari menulis buku, juga membandingkan hal-hal yang didapat dari ngeblog dengan apa yang didapat dari nulis buku, sebagai penulis buku, di situ saya sempat merasa sedih.

Kalo emang merasa dunia blogging lebih menghasilkan, sok atuh dijalani dengan nyaman dan fun. Tetapi ‘kan, nggak perlu jugalah membandingkan dengan profesi lain yang sacrifice-nya lebih besar tetapi materi yang diperoleh terkadang lebih minim.

Nah, dengan membaca buku ini, saya jadi tahu lebih mendalam tentang dunia blogging, khususnya bahwa blogging itu juga butuh kerja keras dan konsistensi. Butuh kapasitas ilmu dan keterampilan yang cukup. Butuh proses yang nggak sebentar. Bukan sebuah aktivitas yang ujug-ujug bisa menghasilkan dalam waktu yang singkat.

Dan apa yang penting, baper saya yang Alhamdulillah sempat muncul sekejap waktu itu (dan mudah-mudahan nggak pernah kambuh lagi, hehe), jadi kian menjauh setelah baca buku ini. Juga yang nggak kalah penting, informasi yang saya dapat dari buku ini jadi bekal berguna untuk membuat blog saya menjadi lebih baik.

6.       Memotivasi untuk ngeblog sesuai passion dan bikin happy
Pembahasan pada buku ini khususnya Chapter 3 : Blogging is Writing semakin memantapkan saya untuk ngeblog  sesuai passion. Kita nggak perlu menjadi “orang lain” hanya karena ikut-ikutan atau demi mengejar peluang mendapatkan job review dari brand-brand yang lebih membidik niche blog tertentu. Karena toh ada beragam manfaat yang bisa kita peroleh dari ngeblog selain materi. Mulai dari menambah ilmu, jejaring pertemanan serta kebahagiaan saat berbagi. Dan Alhamdulillah, saya merasa bahagia dengan pilihan saya sekarang. Saya bahagia telah meleburkan sepersekian diri  saya dalam dunia blogging, saya bahagia menjadi penulis buku sekaligus blogger, dan saya bahagia untuk semua yang saya peroleh dari dunia yang memberi saya kesempatan untuk berbagi. 

Seperti yang dikatakan mbak Carolina pada Chapter penutup bukunya ini :
“Saya juga percaya, saat kita memberikan sesuatu pada orang lain, di saat yang lain kita pun akan menerima sesuatu dari orang lain. dan itu juga berlaku dalam blogging.” (hal. 238).

Pingin ngeblog yang bikin happy? And also get money? Baca buku ini deh!





6 comments:

  1. Menang nih menang juara 1 resensinya baguuus deh, bikin mupeng bukunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin....iya bagus untu blogger pemula

      Delete
  2. Meskipun tulisan di blog saya masih berantakan, tapi berharap segera terarah tidak seperti duluuuuu...

    ReplyDelete
  3. Mbak Riawani, makasih ya reviewnya :)
    Semoga nggak pernah baper lagi, dan nggak perlu baper ya :D
    Menulis buku dan blogging, sebenarnya nggak bisa dibandingin kalau buat saya, karena ada kepuasan masing-masing. Nggak bisa tergantikan satu sama lain.

    Makasih sudah selalu mengunjungi blogku
    Makasih sudah baca.
    Makasih sudah ikutan lombanya :)

    Best of luck.

    ReplyDelete
  4. Mba Lyta ini salah satu book blogger yg sering aku tengok review bukunya. Tapi aq nggak bisa ngreview buku selengkap Mb Lyta, kebanyakan hahahihi malahan di postingan nih :) Dan jujur aja mba, bikin postingan blog yg paling sulit itu adalah postingan review buku. Membaca buku sambil mencatat inti-inti yg mau ditulis itu yg kadang bikin aku merasa kalah sebelum berperang. Nyerah duluan ;) Padahal udah baca banyak novel, begitu mau dibikin postingan alamaaaakk... susahnyooo... Salut bener sama para book blogger yg rajin update. *eee maap malah komennya gak berkaitan sama bukunya Mba Carra :)

    ReplyDelete