Riawani Elyta: [REPOST] Calon Jodoh Ideal, Yang Seperti Apa Sih?

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Friday, 20 March 2015

[REPOST] Calon Jodoh Ideal, Yang Seperti Apa Sih?

Buat sobat Nida yang kaum Hawa, inginkah mendapatkan jodoh secerdas Ali bin Abi Thalib, atau setampan Mushab bin Umair, atau yang semakmur Usman bin Affan?

Juga buat sobat Nida– para pria lajang –pernahkah terbersit di dalam benak, harapan akan berjodoh dengan wanita se-sholehah Fathimah azZahra, secerdas Aisyah binti Abu Bakar, atau pun se-kaya raya Siti Khadijah?


Saya yakin, setiap orang pastilah menginginkan jodoh yang ideal. Dan, standar ideal untuk masing-masing orang, juga berbeda-beda. Ada yang menginginkan jodoh berasal dari keturunan baik-baik, di mana unsur bebet-bibit-bobotlah yang menjadi pertimbangan utama, ada yang  memprioritaskan calon jodoh (pria) yang sudah memiliki pekerjaan tetap, dalam pengertian telah mampu membawa take home pay secara teratur setiap bulan, dengan alasan paling “logis”, bahwa kehidupan berumah tangga nggak cukup jika hanya ditopang oleh cinta.

Ada juga yang berharap memiliki jodoh rupawan, agar bisa “memperbaiki keturunan”, atau pun jodoh yang cerdas, agar kelak anak keturunan juga diwarisi oleh genetika yang cerdas. Namun, di atas semua itu, sebagian besar kita pastilah menginginkan jodoh yang sholeh, yang dapat menjadi imam, yang dapat membimbing diri kita dan keluarga meniti jalan menuju keridhoanNya. Dan jika dia seorang pria, maka yang diinginkan pastilah seorang jodoh yang sholehah, yang taat menjaga kehormatannya dan kelak menjadi ibu yang berhasil mendidik anak keturunan menjadi generasi yang sholeh dan sholehah.

Meskipun ketentuan jodoh adalah hak prerogatif milik Allah, kita tetap wajib berikhtiar untuk mendapatkannya. Karena jodoh tidak turun begitu saja dari langit tanpa kita mengusahakannya. Maka, jika kita menginginkan mendapatkan jodoh yang terbaik, atau pun yang ideal menurut standar dan sudut pandang kita, hal pertama yang harus kita “luruskan” terlebih dulu, tentunya adalah standar ideal tersebut.

Tentu, adalah hal yang normal jika seseorang menginginkan mendapatkan jodoh yang rupawan, mapan, dan berasal dari keturunan yang baik-baik, tetapi, itu semua adalah standar ideal dunia, karena pada hakikatnya, kebagusan rupa, kelebihan materi dan harkat martabat yang dimiliki seseorang karena keturunannya, bukanlah jaminan untuk menggapai sebuah rumah tangga yang ideal, rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahmah yang menjadi impian setiap pasangan hidup.

Lantas, seperti apakah kriteria jodoh yang ideal tersebut?

Untuk kriteria kaum wanitanya, kita tentu sudah tak asing dengan hadits Rasulullah SAW berikut ini: “Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, karena agamanya. Oleh karena itu, pilihlah wanita karena agamanya, niscaya engkau akan beruntung.” [HR. Abu Hurayrah]. 

Nah, bagaimana pula dengan kriteria ideal untuk calon jodoh prianya?

Diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibn Majah dan al-Hakim, Rasululullah SAW bersabda : “Apabila datang kepada kalian seorang laki-laki yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia, dan jika tidak, maka akan terjadi fitnah dimuka bumi dan kerusakan yang besar.” [].

Dari kedua hadits tersebut, jelaslah bahwa kriteria yang ideal untuk calon jodoh baik pria maupun wanita, adalah mereka yang memiliki keindahan dalam hal beragama dan berakhlak. Karena pada hakikatnya, kecantikan dan ketampanan akan memudar seiring usia, harta benda tidak akan membawa kemaslahatan pada pemiliknya jika ia tidak cerdas mengelolanya, apalagi, jika harta benda tersebut diperoleh dari jalan yang tidak halal, begitu pun derajat keturunan, tidak akan berkontribusi apa-apa pada penyandangnya andai ia miskin akhlak, juga minim pemahaman dan pengamalan beragama. (bersambung)

 Cuplikan tulisan saya dari Sayap-sayap Sakinah. Buku non fiksi saya bersama Afifah Afra (Indiva Media Kreasi : 2013).

Foto ilustrasi: google

No comments:

Post a Comment