Riawani Elyta: Resensi Novel Limit : Novel remaja yang "Pas" Limit-nya

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Saturday, 6 September 2014

Resensi Novel Limit : Novel remaja yang "Pas" Limit-nya

21489122

Pertama kali kenal nama mbak Triani Retno pas lagi boomingnya antologi, kira-kira tahun 2010 dan saya juga masih newbie fesbukers, nulis apalagi, masih new comer banget. Sementara mbak Retno udah cukup lama malang melintang di dunia penulisan.  Waktu itu sempet satu antologi sama mbak Retno, judulnya Cinta Monyet Never Forget terbitan Leutika, dan itu juga pertama kalinya saya baca tulisan mbak Retno. Tapi novel mbak Retno yang pernah saya baca, ya baru ini :p *plaakk*

Novel ini berkisah tentang Keala, murid pindahan di salah satu SMA top di Bandung. Orang tuanya sudah bercerai, dan Keala tinggal bersama ibunya Andini dan juga adiknya Syilla. Kepindahan dari Banjarmasin ini ternyata membawa perubahan pada nilai-nilai Keala. Dia tak lagi jadi idola sekolah seperti saat masih di Banjarmasin, nilai-nilainya hancur, dan ini membuat rasa percaya dirinya mulai luntur. Di sekolah ini, Keala punya teman akrab bernama Ninna yang juga seorang penulis novel, Kevin yang naksir dengan Keala, dan juga....Eizel Agusta.


Pada sepertiga bagian awal, novel ini memang fokus pada dilema yang dialami Keala. Tentang perubahan drastis pada nilai-nilainya, yang membuat semangatnya kendor dan kehilangan rasa percaya diri, serta usaha-usahanya untuk bisa bangkit lagi. Pada bagian ini, saya sempet mikir, wah, kalo begitu, ini novel yang realistik banget ya? Bukankah ini problema yang jamak terjadi pada pelajar pindahan? Lantas, dimana "bumbu-bumbu"nya dong?

Barulah setelah tokoh Eizel hadir dalam cerita ini dan mulai mengambil peran cukup dominan, arah cerita ini jadi sedikit berubah. Dan meski pada pertengahan cerita, saya mulai bisa menebak siapa sebenarnya Eizel, mengingat sebelum ini juga pernah baca novel remaja yang temanya mirip, saya tetep lanjutin baca. Daan....alhamdulillah tebakan saya benar, hehe. Hanya yang nggak terlintas di pikiran saya, adalah bahwa Eizel juga ternyata punya "hubungan" dengan ibunya Keala. Hubungan apa? Ya baca sendiri deh yaa :D

Sebagai novel remaja, Limit ini pas "limit"nya, ya diksinya, dialognya, karakter tokoh-tokohnya, setting dunia sekolahan, problema khas remaja juga konfliknya yang nggak ribet, serta pesan moralnya yang nggak menggurui. Semua tepat porsi, nggak berlebihan dan nggak lebay. Tulisan mbak Retno simpel, easy reading dan mengalir lancar. Meski seharusnya saya nggak surprise lagi dengan arah ceritanya, tetep aja pas bagian yang mengungkapkan siapa Eizel, saya jadi merinding-merinding gimana gitu. Dan ending novel ini juga menyentuh. Rasanya kalo saya bacanya pas lagi tenang, sunyi, bukan sambil nyuapin anak dan beberes rumah, kayanya bisa nangis juga deh, hehe.

Judul    : Limit
Penulis : Triani Retno
Penerbit : Ice Cube Publisher
Terbit   :  2013

2 comments:

  1. katanya novel ini tentang anak indigo juga ya, mba? jadi penasaran

    ReplyDelete