Riawani Elyta: Reformasi Pendidikan Menuju SDM berkualitas dan Indonesia yang Lebih Baik

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Sunday, 6 July 2014

Reformasi Pendidikan Menuju SDM berkualitas dan Indonesia yang Lebih Baik

SD Negeri Melung

 Kepada Yth. Bapak Prabowo Subianto dan bapak Hatta Radjasa.

Semoga Bapak berdua dalam keadaan sehat wal afiat, tetap kokoh stamina fisik dan psikis dalam menghadapi momen pemilihan umum 9 Juli kelak, momen penentu siapa putra-putra terbaik bangsa yang akan memegang mandat dan amanah rakyat untuk memimpin negara ini selama periode lima tahun ke depan.

Terima kasih dan apresiasi turut saya berikan kepada Praja Blogger yang telah menggelar even ini, sehingga sebagai rakyat jelata, saya berkesempatan menyuarakan aspirasi dan dukungan kepada Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Hatta Radjasa.

Sebagai seorang ibu, maka yang paling saya cermati dari visi misi dan agenda serta program nyata pasangan Prabowo – Hatta untuk menyelamatkan Indonesia, adalah pada bidang pendidikan. Karena mewujudkan sumber daya manusia yang berakhlak luhur dan berkualitas tinggi sebagaimana tertera pada misi ketiga pasangan Prabowo – Hatta, pada hakikatnya menjadi tugas kita semua - para orang tua yang diberi amanah oleh Tuhan YME - untuk membentuk generasi yang kuat, berpegang teguh pada ketuhanan dan nilai-nilai kebaikan serta keluhuran akhlak dalam setiap aktivitas dan tujuan hidup.

Dalam agenda Bapak berdua, disebutkan bahwa upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah melalui reformasi pendidikan. Setelah mencermati butir-butir program kerja nyata Bapak dalam agenda ini, saya menyatakan dukungan sepenuhnya atas penjabaran rencana tersebut, dan pada kesempatan ini, ijinkan saya menyuarakan aspirasi saya terhadap realisasi dari beberapa butir-butir dimaksud, sebagai berikut :
 
Butir Pertama : Memperkuat karakter bangsa yang berkepribadian Pancasila, dan seterusnya.
 
Sebagai orang tua, tugas kami dan para pendidik di era sekarang, kian bertambah berat. Akses informasi terhadap globalisasi yang begitu deras, di satu sisi dapat membantu peningkatan ilmu dan  wawasan bagi anak-anak kami, tapi di sisi lain, hal ini juga membuka keran bagi masuknya berbagai pengaruh negatif terhadap anak-anak dan lingkungannya.

Oleh karena itu, aspirasi saya terkait butir ini, sebagai berikut :
a.    Meningkatkan kualitas perilaku dan karakter positif para pendidik, antara lain dapat dilakukan melalui program-program pelatihan dan pembinaan karakter, karena tugas para pendidik tidak hanya membekali anak didik dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan bagi anak didik. Bagaimana anak didik bisa disiplin kalau gurunya terlambat datang mengajar? Bagaimana anak didik bisa bicara sopan kalau gurunya sering menggunakan kata-kata kasar saat marah dan menyuruh sesuatu? Bagaimana anak didik bisa menghargai kejujuran, kalau ternyata gurunya tidak melarang anak didik untuk mencontek saat ujian?
 
Memang, beberapa contoh ini hanya terjadi pada segelintir oknum pendidik. Tetapi, yang sedikit jumlahnya ini pun dapat memberi dampak terhadap pencitraan para pendidik. Apalagi, di jaman keterbukaan informasi, kita dengan mudah bisa mengakses berita tentang guru yang melakukan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap anak didik, guru yang gagal mencegah terjadinya tindak kriminal yang dilakukan anak didik di sekolah, dan sebagainya.
 
Ini bukan berarti saya melemparkan tanggung jawab sepenuhnya kepada para pendidik, karena tentu, tugas memberi keteladanan dan membina akhlak mulia ini, porsi terbesar ada pada orang tua. Tetapi, pembentukan karakter mulia dan positif ini hanya akan terwujud dengan sinergitas yang solid antar semua pihak, dalam hal ini orang tua, para pendidik, lingkungan serta dukungan pemerintah dalam bentuk program-program pendidikan yang tepat.

b.    Untuk pembinaan karakter anak didik, aspirasi saya adalah sebagai berikut :
-    agar dilakukan upaya pengembangan karakter positif secara nyata. Saya berharap agar pendidikan moral tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan anak menguasai teori-teori tentang akhlak budi pekerti, tetapi juga mampu mendorong anak didik untuk mempraktekkan nilai-nilai luhur tersebut dalam kesehariannya secara optimal. Ini antara lain bisa didukung dengan memberi apresiasi pada anak didik yang memiliki perilaku dan perbuatan baik, di samping memberikan apresiasi terhadap kemampuan akademis. 

-    Maraknya tindakan kriminal di lingkungan sekolah yang justru dilakukan oleh anak didik sendiri, seperti penganiayaan teman sekelas yang berbuntut kematian, atau melakukan tindakan asusila di dalam kelas, menjadi PR lain yang tak kalah penting. Saya berharap, dalam rangka mengantisipasi hal ini, Bapak berdua dapat merancang program efektif cegah tangkal terhadap perilaku negatif anak didik, yang tentunya harus didukung oleh pendidikan karakter positif secara optimal, pengawasan yang ketat di lingkungan sekolah, dan peningkatan sinergitas pihak-pihak terkait mulai dari orang tua, pendidik hingga segenap elemen masyarakat.

Butir kedua, melakukan realokasi dan peningkatan efisiensi terhadap pos-pos belanja pendidikan, dan seterusnya.

Saat ini, anggaran pendidikan menempati urutan teratas dalam prosentase pembiayaan baik di tingkat pusat maupun daerah (APBN dan APBD). Saya berharap, dalam masa kepemimpinan Bapak berdua kelak, pendidikan tetap menempati prioritas utama, dan saya sangat mendukung rencana Bapak berdua untuk melakukan efisiensi terhadap pos-pos belanja yang tidak efektif, tanpa menggeser prioritas penganggaran dalam APBN untuk biaya pendidikan.
 

Butir ketiga, melaksanakan wajib belajar 12 tahun dengan biaya negara, menghapus pajak buku pelajaran, dan seterusnya.
 
Inilah program kerja yang saya yakin sangat dinanti-nantikan oleh rakyat Indonesia khususnya rakyat dengan strata ekonomi menengah ke bawah, dapat terwujud nyata. Saya berharap agar penerapan program wajib belajar 12 tahun dapat terlaksana secara utuh. Karena kenyataannya, meski anak-anak kami bersekolah di sekolah negeri yang mendapat bantuan dana BOS, tetap saja, orang tua harus mengeluarkan dana tidak sedikit untuk membeli buku pelajaran, membayar les yang diselenggarakan di sekolah, membayar sumbangan ini-itu, dan lain-lain. Menghentikan penggantian buku pelajaran setiap tahun juga adalah program kerja Bapak berdua yang layak diapresiasi. Karena penggantian buku pelajaran setiap tahun padahal konten bukunya tak jauh berbeda, adalah tindakan pemborosan yang juga membebani para orang tua murid.
 
Butir empat. Meningkatkan martabat dan kesejahteraan guru, dan seterusnya.
 
Aspirasi saya terkait butir ini, sebagai berikut :
a.    Saya berharap pada masa kepemimpinan Bapak berdua kelak, tunjangan ekstra kepada guru yang mengajar di wilayah terpencil dan sulit dijangkau, tetap dipertahankan. Karena tantangan yang harus dihadapi para pendidik di wilayah ini sangatlah tidak mudah.

b.    Selain meningkatkan martabat dan kesejahteraan guru, alangkah baiknya jika upaya menjadikan guru sebagai profesi terhormat juga dilakukan dengan meningkatkan performa dan kualitas guru dalam mengajar. Selain kompetensi guru dalam menerapkan kurikulum, guru juga memerlukan ilmu berkomunikasi atau public speaking yang baik agar pelajaran dapat diberikan dengan cara yang menarik, tidak membosankan, guru dapat menciptakan suasana belajar mengajar yang interaktif dan bersemangat, sehingga di mata anak didik, momen belajar di sekolah bukanlah sebuah rutinitas yang monoton dan menjadi beban, melainkan dapat menjadi momen yang menyenangkan dan dengan sendirinya dapat memacu minat belajar anak didik.
 
Butir kelima. Merevisi kurikulum nasional dengan memantapkan pengembangan budaya bangsa, dan seterusnya
 
Saya dukung seratus persen program ini, Pak! Dan, inilah aspirasi saya terkait hal ini, sebagai berikut :
a.    Agar kurikulum nasional memberi porsi lebih besar pada pengembangan karakter positif dengan menambah jam pendidikan moral dan agama di sekolah, termasuk di dalamnya pendidikan anti korupsi.
 
b.    Agar dilakukan tinjauan ulang terhadap muatan bahan pembelajaran dalam kurikulum, proporsinya dengan jam mengajar dan kompetensi para pendidik, juga dengan tingkat daya serap anak didik. Muatan pelajaran yang terlalu banyak dan rumit, seperti yang banyak saya temui dalam buku-buku pelajaran sekolah saat ini, pada kenyataannya tidak benar-benar efektif dalam mendorong penguasaan anak didik terhadap ilmu pengetahuan. Jadi, tidak heran kalau sejumlah besar anak didik hanya memiliki penguasaan dalam level rata-rata terhadap berbagai disiplin ilmu tetapi kurang memiliki penguasaan yang mendalam terhadap satu jenis ilmu secara spesifik.
 
c.    Masih relevan dengan butir b di atas, perlu adanya upaya pengembangan kurikulum nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan analisa, penguasaan ilmu dan penerapan aplikasi serta inovasi kreatif oleh anak didik secara optimal. Selama ini, upaya meningkatkan kompetensi anak didik  lebih bertumpu pada indikator dari segi teoritis, atau hapalan, dan konsekuensinya, pada saat ujian, anak didik yang tidak jujur akan memilih cara mencontek untuk menjawab soal. Konsekuensi lebih jauh lagi ke depan, anak didik negeri ini, di satu sisi mungkin memiliki kemampuan luar biasa dalam hal menghapal teori, tetapi kompetensi dalam hal pemecahan masalah, analisa kasus, penerapan teknologi dan inovasi kreatif, dari segi kuantitas masih kalah bersaing dengan anak didik dari negara maju.

Butir keenam, memperbaiki secara masif kualitas dari fasilitas pendidikan di seluruh SD, SMP, SMA, dan seterusnya.

Saya sangat mendukung program kerja tersebut, dan aspirasi saya dalam hal ini adalah, bahwa peningkatan kualitas fasilitas pendidikan juga harus diiringi dengan perencanaan dan pengawasan optimal terhadap proses pengadaan, pemanfaatan hingga pemeliharaan fasilitas tersebut. Memiliki sarana berupa gedung sekolah yang megah, fasilitas belajar yang lengkap, dan sarana penunjang aktivitas belajar yang beragam, dapat meningkatkan motivasi belajar dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas anak didik. Tapi perlu ditekankan juga, bahwa dalam hal pengadaan dan perbaikan fasilitas tersebut perlu dilakukan dalam prosedur birokrasi yang bersih, agar fasilitas yang ada benar-benar sesuai dengan rencana dan kebutuhan, dan bukannya menjadi ladang korupsi oknum tertentu dengan melakukan mark-up biaya pengadaan dan pemeliharaan.

Selain itu, kepada segenap elemen pengguna fasilitas yang ada di sekolah, juga perlu ditanamkan kesadaran dan pengetahuan optimal untuk menjaga fasilitas tersebut sebaik-baiknya, serta pengawasan dalam penggunaan fasilitas tersebut, agar penggelontoran dana Perbaikan Kualitas Fasilitas Pendidikan (DKPP) sebesar Rp.150 juta per sekolah, dapat memberikan hasil yang efektif, berupa fasilitas pendidikan yang dapat digunakan dalam jangka panjang dan tepat guna dalam mendukung aktivitas belajar mengajar secara optimal.

Selain reformasi pendidikan, saya juga berharap agar reformasi dapat dilakukan dalam segala bidang. Sudah bukan rahasia, putra-putra terbaik bangsa yang mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, setelah lulus memilih untuk berkarir di luar negeri karena dari segi kesejahteraan, ketersediaan sarana prasarana juga iklim birokrasi lebih mendukung.
 
Maka, akan menjadi sebuah terobosan yang positif dan menggembirakan, jika dalam masa kepemimpinan Bapak berdua kelak, Bapak dapat memanggil pulang para SDM berkualitas ini untuk memberi kontribusi optimal bagi negeri ini, juga mendorong peningkatan peran serta SDM di negeri ini secara menyeluruh untuk sama-sama membangun Indonesia yang lebih baik, yang tentunya hanya bisa terwujud jika negeri ini mampu menjadi rumah yang nyaman, memiliki atmosfer yang sehat dan kondusif, baik dari segi kesejahteraan, ketersediaan sarana prasarana, birokrasi yang efektif dan bebas korupsi, penegakan hukum yang berkeadilan, serta lingkungan hidup yang terpelihara bagi semua  warga negara Indonesia.

Demikianlah aspirasi saya. Besar harapan saya aspirasi ini dapat terwujud jika Bapak berdua terpilih kelak. Karena saya yakin, Bapak berdua adalah putra-putra terbaik bangsa yang mampu mengemban amanah untuk memimpin negara ini menuju Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur serta bermartabat.

#PrabowoHatta
#SelamatkanIndonesia
#IndonesiaSatu

gambar dari sini

1 comment: