Riawani Elyta: KALI INI, MARI BICARA TENTANG NASKAH NOVEL YANG DITOLAK (Part 2)

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Tuesday, 28 August 2012

KALI INI, MARI BICARA TENTANG NASKAH NOVEL YANG DITOLAK (Part 2)

Sampai dimana kemaren? Oh ya, sampe poin ke 4  tentang setting cerita, sekarang lanjuut !

5. Plot dijalin rapi dan menuruti logika pembaca
Yg namanya plot sah2 aja mau dibikin maju mundur atau lurus lancar ampe cerita berakhir, yang penting susunannya rapi, gak lompat2 geje atau malah membingungkan pembaca. Truss, jangan lupa, harus logis. Logis dalam kapasitas diluar konteks novel yang mengangkat tema science fiction ato fantasi dimana imajinasi boleh dibawa terbang berkelana sejauh mungkin, juga sesuai logika pembaca yang bakal jadi segmentasi. Jadi kalo novelnya untuk anak, ya plotnya harus yang sesuai jangkauan pemikiran anak-anak dunk

6. Konflik dan solusi yang masuk akal, ending yang memuaskan/fokus/utuh
Pernah ketemu 'kan, novel yang solusinya terasa gampang banget padahal konflik udah dipermainkan serumit mungkin? atau sebaliknya, konflik yang terasa biasa, atau datar-datar saja, justru solusinya dilebih-lebihkan hingga terasa lebay? So, ada baiknya pada bab yang mulai memainkan konflik kita cermati baik-baik agar memenuhi unsur logika dan proporsional antara konflik yang diangkat dengan solusi yang dipaparkan nantinya.
Trus, kalo untuk ending, gak jarang juga ada novel yang endingnya menggantung, gak masalah sih, yang penting endingnya fokus dan berhubungan dengan keseluruhan konsep cerita.

7. Porsi deskripsi dan narasi yang baik, tidak bertele-tele, gaya penulisan/diksi
Lebih nyaman baca novel yang padat berisi ketimbang yang terlalu panjang lebar mengurai sesuatu bahkan termasuk hal2 yang nggak perlu2 banget 'kan? yang jelas, harus seimbang deh, antara dialog dan deskripsi, kebanyakan dialog juga ntar ceritanya terasa kurang, kurang berisi dan menyentuh.
Kalo untuk diksi, masing2 orang pasti punya kekhasan tersendiri, namun untuk bisa mencapai kekhasan ini, diperlukan latihan yang kontinyu sampai menemukan ciri diksi tersendiri dan nggak lagi mengekor pada penulis favoritnya

8. EYD
Nggak perlu dibahas panjang lebar deh kalo yang satu ini yak? Berhubung udah syarat wajib untuk penulisan jenis apapun, dan jujur aja, sampai hari ini EYD saya juga masih belum baik bener 

9. Memiliki nilai tambah bagi pembaca (informasi/inspirasi)
So, biarpun karya fiksi, alangkah baiknya kalau cerita nggak hanya berisi cerita saja, tapi juga memiliki muatan yang bermanfaat, ataupun nilai inspirasi, karena sebuah karya insya Allah akan lebih diingat dan menyentuh hati pembaca disaat mampu menyertakan muatan yang bermanfaat ini.

Sampe sini dulu ya, bagi yang mau ngasih tambahan info dan tips dengan senang hati diterima dan didiskusiin sama2, let's keep learning - mari terus belajar dan berproses, untuk menghasilkan karya yang lebih baik dan menjadi semakin baik

No comments:

Post a Comment