Riawani Elyta: Peningkatan Fasilitas Transportasi Mendukung Pengembangan Destinasi Wisata 10 Bali Baru

New Romance Novel by Riawani Elyta

New Romance Novel by Riawani Elyta
Love Catcher
Tuesday, 12 November 2019

Peningkatan Fasilitas Transportasi Mendukung Pengembangan Destinasi Wisata 10 Bali Baru


        
    Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan negara. Sektor ini bahkan mampu menggeser sektor migas dalam memberikan kontribusi terbesar kepada pendapatan negara. Pada tutup buku tahun 2018, sektor ini mampu menyumbang devisa terbesar dengan nilai mencapai lebih dari USD 19,2 miliar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor pariwisata selalu menunjukkan pertumbuhan positif, terutama sub sektor restoran yang mencapai 5%.

           
     Saat ini Indonesia termasuk salah satu tujuan wisata favorit bagi wisatawan mancanegara. Sebanyak 15,81 juta wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Indonesia pada tahun 2018, naik 12,58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kunjungan terbesar adalah wisman dari Malaysia yang mencapai 2,50 juta (15,83 %), disusul Tiongkok di posisi kedua sebanyak 2,14 juta (13,52%), Singapura 1,77 juta (11,19%), Timor Leste 1,76 juta (11,15%) dan Australia 1,30 juta (8,23%) wisatawan.


Hal ini menjadi sebuah peluang sekaligus tantangan dalam mengembangkan sektor pariwisata. Pemerintah sendiri telah melakukan berbagai upaya agar tujuan pariwisata dapat tercapai, sebagaimana tertuang dalam Undang  – Undang No. 10 Tahun 2009 pasal 4 tentang tujuan pariwisata, yaitu :

1.      meningkatkan pertumbuhan ekonomi

2.      meningkatkan kesejahteraan rakyat

3.      menghapus kemiskinan

4.      mengatasi pengangguran

5.      melestarikan alam

6.      lingkungan dan sumber daya

7.      memajukan kebudayaan

8.      mengangkat citra bangsa

9.      memupuk rasa cinta tanah air

10.  memperkukuh jatidiri bangsa

11.  mempererat persahabatan antar bangsa



Upaya pemerintah dalam mewujudkan tujuan pariwisata tersebut antara lain dilakukan dengan pengembangan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) serta penetapan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang dideskripsikan dalam PP No. 50 tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPARNAS). Untuk mengembangkan DPN, Pemerintah melakukan koordinasi lintas sektoral. Menurut Middleton dalam Marketing Tourism and Travel (2001:11), lingkup sektor yang terkait dengan pariwisata meliputi :

1.      jasa penginapan (Accomodation sector),

2.      daya tarik wisata (Attraction sector)

3.      Transportasi (Transport Sector)

4.      Travel Organizer’s sector

5.      Destination Organization Sector



Dari lima sektor tersebut, salah satu unsur strategis dalam aktivitas kepariwisataan adalah sektor transportasi. Melihat struktur sistem pariwisata yang dikemukakan oleh Lepier dalam cooper et al (1993), transportasi merupakan media wisatawan dalam membawa wisatawan dari daerah asal menuju destinasi wisata. Di kota – kota di negara maju seperti Seoul-Korea Selatan, Tokyo-Jepang, London-Inggris, Singapura, Jersey City-Amerika Serikat, Denver-Amerika, Newyork-Amerika Serikat, Berlin-Jerman, Copenhagen-Denmark dan Madrid-Spanyol yang memiliki sistem transportasi terbaik di dunia, penyediaan sarana transportasi berkorelasi positif dengan tingkat kunjungan wisata ke kota – kota ini.


            Pariwisata sangat berkorelasi dengan perekonomian. Peningkatan pariwisata bermakna peningkatan perekonomian. Guna meningkatkan industri pariwisata bagi mendongkrak perekonomian, pemerintah sedang gencar mempromosikan dan mengembangkan destinasi wisata yang dikenal dengan sebutan “10 Bali Baru”.
sumber : indonesia.go.id
Adapun kawasan yang termasuk 10 Bali Baru tersebut adalah :

  1. Danau Toba

Terletak di Sumatera Utara, danau yang terbentuk secara alami ini merupakan danau vulkanik terbesar di indonesia. Saat ini untuk menambah akses transportasi ke kawasan ini, pemerintah telah membuka rite penerbangan dari Bandara Kualanamu di Medan ke bandara Silangit.
 2.      Tanjung Kelayang

Pantai Tanjung Kelayang terletak di Tanjung Pandang, propinsi Bangka Belitung. Dikhiasi oleh batu granit yang eksotis serta berbentuk kepala burung garuda. Pantai ini juga ditetapkan pemerintah sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di bidang pariwisata.

3.      Tanjung Lesung
Pantai Tanjung Lesung terletak di Pandeglang, Banten atau sekitar 160 kilometer dari kota Jakarta. Pantai ini memiliki pasir putih yang sangat mempesona dan memiliki lokasi yang dekat dengan Taman Nasional Ujung Kulon, Gunung Krakatau dan Pulau Umang.

4.      Pulau Seribu
Pulau Seribu merupakan gugusan pulau yang terletak di Jakarta Utara. Beberapa pulaunya memiliki penghuni, ada pula yang diperuntukkan untuk kepentingan wisata dan riset sehingga tidak memiliki penghuni.

5.      Candi Borobudur
Candi Borobudur merupakan candi Budha yang terbesar di dunia. Terletak di Magelang, Jawa Tengah dan dibangun pada abad ke-9, candi ini memilik daya tarik yang besar untuk mendatangkan wisatawan mancanegara dan domestik untuk berkunjung.

6.      Mandalika
Pantai yang terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat ini merupakan salah satu Kawasan Ekonomi Khusus dan hanya berjarak 30 menit dari bandara Lombok.

7.      Gunung Bromo
Terletak di taman Nasional Bromo Tengger yang meliputi empat kawasan sekaligus yaitu Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang di Jawa Timur. Gunung ini dikelilingi oleh lembah, ngarai dan kaldera atau lautan pasir.

8.      Wakatobi
Merupakan sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus salah satu taman nasional kehidupan bawah air yang kaya dengan panorama terumbu karang.

9.      Labuan Bajo
Kawasan yang menawarkan keindahan panorama laut biru dengan bukit – bukit hijau ini merupakan salah satu desa di kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat, provinsi NTT.

10.  Morotai
Merupakan pulau paling utara di Indonesia dan merupakan bagian dari kepulauan Halmahera, Maluku Utara yang menampilkan keindahan pasir putih yang berpadu dengan hutan nan lebat.



Potensi wisata Indonesia memang sangat besar, antara lain didukung faktor-faktor sebagai berikut :

1.  Terdiri dari 17.504 pulau dengan keunikan masing – masing

2.   Sebagian besar wilayah dikelilingi oleh lautan dan pantai yang memiliki keindahan mempesona dan menjadi favorit wisatawan terutama dari mancanegara

3.   Masyarakat Indonesia memiliki kultur yang sangat terbuka bagi perkembangan pariwisata

4.   Harga paket wisata menempati urutan termurah ketiga di dunia (berdasarkan laporan dari Travel and Tourism Competitiveness Index oleh World Economic Forum pada tahun 2015). Hal ini menjadi daya tarik yang besar sebagai keunggulan pariwisata Indonesia

5.  Keanekaragaman keindahan alam menjadi tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan asing

6.   Tersedianya berbagai jenis pilihan wisata seperti wisata belanja, sejarah, budaya, religi, kesehatan, belanja, kuliner dan banyak tersedia pula tempat wisata yang ramah anak dan ramah lansia



Untuk mengembangkan “10 Bali Baru”, pemerintah telah menempuh langkah – langkah sebagai berikut :

1.      Menambah anggaran sebesar lebih dari 6 Triliun rupiah untuk pengembangan empat kawasan pariwisata prioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo dan Mandalika.

2.         Mengembangkan desa wisata di sekitar “10 Bali Baru”

3.    Pembenahan dan pengembangan infrastruktur pendukung terutama akses, sebagai bagian dari prasyarat suatu kawasan wisata yaitu 3A (Aksesibilitas, Amenitas dan Atraksi).



Berikut anggaran infrastruktur penunjang pariwisata 2019 :

Infrastuktur merupakan faktor penting untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata, termasuk kawasan wisata 10 Bali Baru yang menjadi prioritas pemerintah saat ini. Dan tugas utama Kementerian Perhubungan dalam hal ini adalah penyelenggaraan pembangunan akses menuju kawasan pariwisata, khususnya akses transportasi yang merupakan bagian vital dalam pengembangan suatu destinasi wisata. Apalagi, kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari pulau – pulau dan banyak dipisahkan oleh perairan, sehingga membutuhkan konektivitas, aksesibilitas dan sarana transportasi yang memadai. 


Kementerian Perhubungan dalam lima tahun terakhir telah menunjukkan kinerja yang sangat positif dalam meningkatkan akses ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk untuk mendukung perwujudan “10 Bali Baru “. Hal ini terlihat dari langkah – langkah berikut ini :

1.        Pengembangan Bandara Silangit yang kini telah berganti nama menjadi Bandara Internasional Sisingamangaraja  XII dalam rangka meningkatkan akses menuju Danau Toba. Terminal penumpang pada Bandara ini diperluas untuk mengakomodir peningkatan jumlah penumpang, perluasan runway pesawat agar bisa didarati pesawat jenis Boeing737-800 NG, perluasan area parkir kendaraan dan pembangunan gudang kargo seluas 2. 250 meter persegi. Selain itu, PT. Angkasa Pura II selaku pengelola bandara ini juga berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan penumpang yang masuk ke bandara ini.

2.        Pembangunan jalan Lingkar Utara Flores dari Labuan Bajo – Kedindi sepanjang 141,29 km untuk mendukung pengembangan Labuan Bajo lewat peningkatan konektivitas

3.        Pensinergian pembangunan kawasan pariwisata “10 Bali Baru” yang bekerjasama dengan Kementerian terkait lainnya seperti Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Kementerian PUPR, Kementerian BUMN dan Badan Koordinasi Penanaman Modal.

4.        Penambahan anggaran sebesar Rp 441,5 Miliar untuk tahun anggaran 2020 yang diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur transportasi dan meningkatkan aksesibilitas di sejumlah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau “10 Bali Baru”.

Tambahan anggaran ini dialokasikan untuk pengembangan :
 


Kinerja positif Kementerian Perhubungan ternyata berbanding lurus dengan pertumbuhan industri pariwisata Indonesia, yang dalam beberapa tahun belakangan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), indikasi ini terlihat dari :

  •     Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada bulan Juni 2019 mengalami kenaikan sebesar 9,94% dibanding jumlah kunjungan wisata pada bulan Juni 2018. Sementara dibandingkan bulan Mei 2019, terjadi kenaikan jumlah kunjungan wisata pada bulan Juni 2019 sebesar 15,48%.

  •   Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada periode Januari hingga Juni 2019 mencapai 7,83 juta kunjungan atau naik sebesar 4,01% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada periode yang sama di tahun 2018 yang berjumlah 7,53%.

  •  Terjadi kenaikan jumlah Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel dengan klasifikasi bintang di Indonesia sebesar 0,23 poin yaitu 52,27% pada bulan Juni 2019 dibandingkan dengan bulan Juni 2018 yang tercatat sebesar 52,04%. Sementara dibandingkan TPK pada bulan Mei 2019, terjadi kenaikan poin sebesar 8,74 poin.

 Pada tahun 2015, Travel & Tourism Competitiveness Report dari World Economic Forum yang mengukur sejumlah faktor dan kebijakan yang memungkinkan perkembangan berkelanjutan dari sektor travel & wisata, menyatakan bahwa Indonesia melompat dari peringkat 70 di tahun 2013 menjadi peringkat 50 di tahun 2015.


            Hal ini menunjukkan kemajuan yang menggembirakan dalam sektor pariwisata. Secara umum ini didorong antara lain oleh pertumbuhan cepat dari kedatangan turis asing ke Indonesia, prioritas nasional untuk industri pariwisata dan investasi infrastruktur (contohnya jaringan telepon selular kini mencapai sebagain besar wilayah di negara ini) dan transportasi udara telah meluas.


            Faktor lain yang turut berkontribusi adalah bertambahnya jumlah destinasi wisata di Indonesia, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya destinasi wisata untuk meningkatkan perekonomian, kebijakan yang sangat mendukung pertumbuhan sektor wisata, pemasaran yang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi dan peningkatan jumlah sarana prasarana pendukung akses pariwisata.


Pada tahun 2020, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara hingga 18,5 juta orang per tahun, pergerakan wisatawan nusantara mencapai 310 juta perjalanan per tahun dan target penerimaan devisa antara 19 hingga 20 miliar US Dollar. Hal ini diyakini akan meningkatkan perekonomian di tengah defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan negara.


Maka, sudah semestinya Kementerian Perhubungan selaku Kementerian yang bertanggung jawab di bidang transportasi, terus melakukan berbagai upaya guna peningkatan konektivitas melalui pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana transportasi. Sehingga dapat meningkatkan aksesibilitas yang akan menjadi daya dukung dan magnet utama penarik kedatangan wisatawan baik mancanegara maupun nusantara ke berbagai destinasi wisata di tanah air terutama “10 Bali Baru” yang kini sedang menjadi prioritas.


Tugas Kementerian Perhubungan (IG : @kemenhub151) untuk membangun infrastruktur transportasi seperti bandara, pelabuhan, peningkatan pelayanan alat transportasi seperti kapal laut, pesawat terbang dan fasilitas lainnya ditargetkan selesai pada tahun 2020 untuk mewujudkan konektivitas ke 5 (lima) destinasi pariwisata super prioritas atau Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)  yang merupakan bagian dari “10 Bali Baru”, yaitu Danau Toba, Borobudur, Likupang, Labuan Bajo dan Mandalika.


Dan untuk mencapai target ini,  pada tahun 2020, Kementerian Perhubungan juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,95 triliun untuk melakukan peningkatan kapasitas dan aksesibilitas transportasi laut, udara, darat dan perkeretaapian di 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)  dengan rincian ;


Lebih dari itu, Kementerian Perhubungan juga telah merencanakan pembangunan dan rehabilitasi fasilitas transportasi di 5 (lima) Bali Baru yaitu :

1.      Danau Toba

Ø  Melakukan pembangunan/rehabilitasi 12 Pelabuhan Danau

Ø  Membuat satu kapal penyeberangan Ro-Ro dan satu unit Bus Air

Ø  Menyubsidi operasional angkutan antarmoda

Ø  Fasilitas integrasi angkutan jalan

Ø  Peningkatan jalur KA lintas Araskabu – Tebing Tinggi – Siantar sepanjang 35 km’sp (SBSN)

Ø  DED pembangunan jembatan dan sistem persinyalan dan telekomunikasi serta bangunan stasiun

Ø  Pembuatan runway strip tahap I Bandara Sibisa.

 

2.      Borobudur

Ø  Membangun jalur KA Solo Balapan Bandara Adi Soemarmo

Ø  Membangun KA Bandara Yogyakarta Internasional Airport – Kulonprogo

Ø  Elektrifikasi jalur KA lintas Yogyakarta-Solo

Ø  Menyubsidi operasional angkutan antarmoda

Ø  Fasilitas integrasi angkutan jalan

Ø  Fasilitas perlengkapan jalan

Ø  DED pembangunan jembatan dan sistem persinyalan dan telekomunikasi serta bangunan stasiun.



3.      Mandalika

Ø  Pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan

Ø  Perbaikan fasilitas integrasi angkutan jalan

Ø  Membiayai subsidi operasional angkutan antaramoda di Mandalika

Ø  Merehabilitasi Pelabuhan Pamenang

Ø  Melanjutkan pembangunan Pelabuhan Faspel Gili Terawangan



4.      Likupang

Ø  Peningkatan fasilitas di Pelabuhan Likupang

Ø  Membangun Kapal Bottom glass di Bunaken

Ø  Merehabilitasi Pelabuhan Penyeberangan Likupang

Ø  Merehabilitasi Pelabuhan Penyeberangan Lembeh



5.      Labuan Bajo

Ø  Subsidi operasional antarmoda

Ø  Memberikan fasilitas integrasi angkutan jalan

Ø  Pengadaan 2 unit kapal bottom glass seperti di Likupang

Ø  Melakukan pengembangan Terminal Kargo Pelabuhan Labuan Bajo

Ø  Pembebasan lahan untuk pengembangan bandara

Ø  Pemotongan bukit daerah transisional dan perpanjangan runway dari 2450 m x 45 m menjadi 2650 m x 45 m termasuk marking dan pengawasan



 Untuk melakukan semua rencana tersebut, peran serta berbagai pihak sangat dibutuhkan. Tidak hanya mengandalkan APBN tetapi juga memerlukan peran serta sektor swasta nasional maupun asing. Misalnya di Bandara Labuan Bajo, saat ini sedang dilakukan kerjasama pengembangan infrastruktur bandara yang dilakukan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang diminati sejumlah investor nasional maupun asing.


Keberhasilan Kementerian Perhubungan dalam melaksanakan seluruh rencana pembangunan infrastruktur terutama yang berkaitan dengan transportasi untuk mendukung aksesibilitas ke “10 Bali Baru” dengan 5 destinasi super prioritas, diyakini akan mendukung peningkatan industri pariwisata Indonesia, peningkatan jumlah angka kunjungan wisata dan berimbas positif kepada peningkatan devisa negara. Dengan Transportasi yang unggul, kita raih Indonesia yang maju dan sejahtera. 

Untuk mengetahui informasi  lebih lanjut tentang kinerja Kementerian Perhubungan, kalian bisa mengaksesnya di :
web : http://dephub.go.id/
IG : @kemenhub151
FB : Kementrian Perhubungan RI
Twitter : @kemenhub151
Youtube : Kementrian Perhubungan RI



Sumber :


http://dishub.jabarprov.go.id/

https://www.indonesia-investments.com/

https://www.bps.go.id/

https://katadata.co.id/

https://www.cnnindonesia.com/

https://www.liputan6.com/

https://www.cnbcindonesia.com/

http://www.tahupedia.com/

http://cvinspireconsulting.com/
 

17 comments:

  1. Wakatobi saya ketahui dari majalah Intisari lawas, kala itu Des Alwi verupaya mengenalkan Wakatobi ke masyarakat luas. Semua tempat yang ditujukan untuk menjadi 10 Bali Baru memiliki keistemewaan dan memang sangat potensial untuk dikembangkan dengan pembangunan yang mendukung konektivitas.

    ReplyDelete
  2. kalo transportasi dan infrastruktur keren, niscaya dunia pariwisata makin majuuuu dan kian kece ya Mak
    Bravo utk KemenHub!

    ReplyDelete
  3. Akan luar biasa sekali kerja keras kementrian perhubungan untuk membangun dan merehabilitasi fasilitas di 5 Bali baru. Semoga dimudahkan dan dapat terealisasi

    ReplyDelete
  4. Luar biasa perkembangan infrastruktur di Indonesia saat ini, saya yakin perkembangannya juga akan lancar utk destinasi 5 Bali ini karena memberi sumber devisa juga buat negara

    ReplyDelete
  5. wah keren mbak. perkembangan pembangunannya sangat luar biasa semoga kota lain juga bisa seperti demikian yah.Kakak makasih informasinya yah terus berbagi info

    ReplyDelete
  6. Ulasan yang sangat lengkap nih. 10 destinasi pariwisata baru tersebut memang benar bisa mengangkat perkembangan pembangunan negara kita ya. Langkah yg diambil Kemenhub memang harus kita apresiasi...

    ReplyDelete
  7. Luar biasa ya mba dengan 10 Bali baru ni dan perkembangan 5 bali barunya juga semoga bisa meningkatkan perekonomian sekitar daerah wisatanya

    ReplyDelete
  8. Duh..baru dua dari 10 Bali baru ygpernah kukunjungi nih.. mudah2an bisa segera mengunjungi pula delapan lainnya. Apalagi didukung kemudahan akses saat ini ya.. Semoga..

    ReplyDelete
  9. Nah ini bener banget untuk menciptakam 10 Bali baru harus didukung dengan transportasi yang memadi agar Kebutuhan wisatawan terpenuhi Dan banyak yang berkunjung.

    ReplyDelete
  10. Wah, pengen banget menjelajah ke Wakatobi dan Labuan Bajo nih!
    Semoga pembangunan infrastruktur bisa lebih merata jadi akses lebih mudah dan terjangkau yah

    ReplyDelete
  11. Dari 10 Bali Baru itu belum ada yang pernah saya kunjungi. Ke Bali aja belum pernah eh tapi tentunya dengan kemajuan transportasi akan semakin melancarkan juga ya akses untuk ke tempat wisata tesebut.

    ReplyDelete
  12. Menuju Indonesia menjadi negara maju dengan perkembangan teknologi, transportasi dan sektor pariwisatanya juga ya mbak.. bener banget, fasilitas transportasi itu menjadi tolak ukur sebuah kemajuan negara.. kalo transportasinya oke maka akan membuat banyak wisatan datang ya

    ReplyDelete
  13. Yang paling saya amati perkembangannya adalah Danau Toba. Luar biasa pemerintah banyak memberi perhatian ke wilayah ini. Kini di Pulau Samosir juga ada bandara baru sehingga wisatawan bisa langsung masuk ke jantung pariwisata Danau Toba secara langsung

    ReplyDelete
  14. transportasi dan infrastruktur memang aspek penting untuk mendukung perkenbangan pariwisata ga soalnya percuma kalau terkenal tapi sulit dikunjungi karena gak ada akses

    ReplyDelete
  15. Potensi negeri kita tercinta memang ngga main - main yaa mba..dan aku suka bangeet karena Pemerintah sekarang benar - benar memikirkan konektivitas antarpulau Indonesia. Semoga pariwisata kita makin majuu

    ReplyDelete
  16. Wah baru tau ternyata paket wisata Indonesia yg termurah :) Menanti akan seperti apa bentuk desa wisata. Semoga kemenhub tidak berpuas diri, krn msh byk sarana transportasi dan pendukungnya yg harus dikembangkan terutama di daerah2 pelosok.

    ReplyDelete
  17. Waaakkk aku pengen bgt ke labuan bajo.. Tapi mahal. Tapi worth it sih org daptnya view begitu. Btw aku pengen naik kapal buat ke pulau komodo nya itu..

    Danau toba keren ya perkembangannya

    ReplyDelete