Riawani Elyta: 2013

New Romance Novel by Riawani Elyta

New Romance Novel by Riawani Elyta
Love Catcher
Friday, 20 December 2013

MASIH INGIN JADI PENULIS (FIKSI) POPULER? :)

Gambar diambil disini


Aha, judulnya sengaja dibikin begitu :)
Jadi, udah bukan rahasia, melainkan udah jadi fenomena, kalau fiksi (novel) populer saat ini memang jadi penggerak roda industri (perbukuan). Di kota kecil saya aja, yang tobuknya juga kecil, mereka bahkan harus nyediain meja khusus untuk novel-novel beraroma Korea, sebelnya lagi, saking banyaknya novel-novel ini, di rak novel pun mereka pada berjejalan, menutupi novel-novel yang udah dipajang sebelumnya.

Di satu sisi, fenomena ini membawa angin segar, karena memberi kesempatan seluas-luasnya untuk setiap orang untuk menjadi penulis, tetapi, di sisi lain, hal ini turut berefek pada kualitas. Ketika buku menjadi bagian dari industri, maka unsur marketingnya pun menjadi nggak kalah penting (atau lebih penting?). 

Monday, 16 December 2013

RESENSI MENIKAH UNTUK BAHAGIA : MENIKAH, TIDAK CUKUP HANYA SEKADAR MENJALANI

Judul                          :            Menikah Untuk Bahagia
Penulis                        :            Indra Noveldy dan Nunik Hermawati
Penerbit                      :            Nourabooks
Tebal                          :            308 hal
Genre                         :            Non Fiksi
Terbit                          :            April 2013
ISBN                          :            9786027816091

Monday, 9 December 2013

Kuis GA Novel A Miracle of Touch


Yuhuu! Akhirnya ketemu juga kita di quiz GA novel A Miracle of Touch :)
Sebelumnya simak dulu yang berikut ini ya :

"Ada banyak kisah nyata tentang keajaiban cinta di sekeliling kita, tentang cinta seorang suami pada istri yang mengalami kecacatan mental, tentang cinta seorang pengemis yang sanggup menembus kobaran api demi menyelamatkan kucing-kucing yang terperangkap di dalam gedung,  tentang kasih sayang seekor hewan pada majikannya yang sudah tiada hingga ia sanggup menziarahi makam majikannya setiap hari, dan lain sebagainya.


Kamu, atau orang yang kamu kenal, punya pengalaman menyentuh tentang keajaiban cinta? Yuk, ikuti quiz GA berikut ini. Ini syarat-syaratnya :

  1. Follow akun twitter @RiawaniElyta dan @RianiKasih, juga dianjurkan untuk join blog ini
  2. Bagikan info tentang kuis ini di dinding FB atau timeline twittermu dengan menyertakan link info lomba dari blog ini, jangan lupa mensyen @RiawaniElyta dan @Gramedia
  3. Tuliskan kisah pengalamanmu atau orang yang kamu kenal tentang keajaiban cinta di blog atau catatan facebook, lalu cantumkan link-nya di kolom komentar di bawah ini dengan menyertakan nama akun twitter dan FB kamu.
  4. Panjang tulisan bebas, nggak harus yang muluk-muluk, yang sederhana tetapi menyentuh juga sangat diapresiasi. Jangan lupa gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar ya :)
  5. Sertakan juga cover novel A Miracle of Touch dan alasanmu menginginkan novel ini. Supaya alasanmu lebih ciamik, kamu bisa baca terlebih dulu behind the scene novel ini disini atau cuplikan prolognya disini.
  6. Periode kuis adalah dari tanggal 10 Des - 31 Des 2013.
  7. 3 (tiga) orang pemenang.akan mendapatkan masing-masing 1 (satu) buah novel A Miracle of Touch (Pemenang Berbakat Novel Amore GPU 2012), 1 (satu) buah novel Hawa (Pemenang 2 Novel Amore GPU 2012) dan souvenir key holder Singapore.

Tuh, keren 'kan hadiah-hadiahnya? Selamat mengikuti :)

Salam hangat,
Riawani Elyta


Pemenang Lomba Quote Novel Perjalanan Hati

Hai, sob :)
Terima kasih ya buat kamu-kamu yang udah ikutan Lomba Quote Novel Perjalanan Hati yang udah digelar dalam 2 (dua) periode. Daaan......ini dia pemenangnya!

1. A.A Muizz @aa_muizz
2. Ila Rizky Nidiana @ila_rizky
3. Yulia Zulkarnaini  FB Yulia Zulkarnaini

Selamat kepada pemenang! Segera DM @RiawaniElyta or inbox FB Riawani Elyta : nama, alamat dan no. Hp untuk pengiriman hadiah dari Penerbit Rak Buku :)

Terima kasih buat yang udah ikutan, tetap nantikan kuis dan lomba-lomba lainnya bersama saya ya :)

Salam hangat,
Riawani Elyta

Thursday, 5 December 2013

PUISI DARI SAHABAT *)



PELANGI DAN SENJA

Mungkin kau pelangi. Sesaat hias cakrawala. Sejenak bertakhta, namun hanya selintas kau pun meretas. Mungkin kau senja. Sejenak menyinggah persada, sejenak payungi semesta,
namun sekilat detak kau pun jauh bergerak.

Kau pelangi, kau senja, sama-sama hanya singgah di sebagian kecil kumparan waktu.
Sama-sama menyucup sebagian kecil geliat hidupku.

gambar diambil disini

Meski begitu, aku selalu menunggumu. Selalu menunggu.
Sebab meski sekilas, kau tinggalkan bekas.
Sebab meski sekilat, kau tinggalkan serat.
Ketika bekas itu kutenun bersama serat, terjelmalah selimut hangat yang payungi jiwaku.

Pada pelangi dan senja. Aku menunggu dengan setia.
Pada pelangi dan senja, ada senyum sabar yang terus tersketsa.
Dari sepotong wajah yang tak mengenal gundah. Aku.




Wednesday, 27 November 2013

Daftar peserta lomba resensi novel Perjalanan Hati

1. Sarah Amijaya (25 Nov 2013) : http://saraamijaya.blogspot.com/2013/11/perjalanan-hati-menapaki-jejak-rasa.html

2. Eyi Darmawati (27 Nov 2013) : https://www.facebook.com/notes/eyi-darmawati/resensi-novel-perjalanan-hati_naskah-lomba/717731858240072

3. Neida Camelia (1 Des 2013) : http://neidacamelia.wordpress.com/2013/12/02/kala-hati-diuji-sebuah-resensi/ 

4. Aulia Ratri (2 Des 2013) : http://www.auliaratri.co.vu/2013/12/review-novel-perjalanan-hati.html

5. Linda Satibi (7 Des 2013) : http://kalam-cinta-linda.blogspot.com/2013/12/ketika-cinta-lalu-menjadi-sembilu.html  

6. Aisyah Sariasih (9 Des 2013) : http://aisya-akudanpemikiranku.blogspot.com/2013/12/perjalanan-hati-menapaki-jejak-rasa.html

7. Rena Puspa (13 Des 2013) : https://www.facebook.com/notes/rena-puspa/resensi-novel-perjalanan-hati/628960253833035 

8. Hairi Yanti (15 Des 2013) : http://coretanyanti.wordpress.com/2013/12/15/saat-cinta-lama-belum-kelar/

9. AA Muizz (17 Des 2013) : http://butirbutirhujan.wordpress.com/2013/12/17/resensi-perjalanan-hati/

10. Ifa Avianty (30 Des 2013) : https://ifaavianty1.wordpress.com/2013/12/30/tentang-yang-bermain-di-celah-rasa/ 

11. Esti Sulistyawan ( 31 Des 2013) : http://bukusulistyawan.blogspot.com/2013/12/perjalanan-hati-menapaki-jejak-masa-lalu.html

12. Sari Yulianti (31 Des 2013) : http://bookalova.blogspot.com/2013/12/mencari-jawaban-dalam-perjalanan-hati.html
Tuesday, 26 November 2013

Alhamdulillah, My new novel : Dear Bodyguard

Penulis : Riawani Elyta
Penyunting : Pratiwi Utami
Penerbit : Bentang Pustaka
ISBN : 978-602-7888-91-3
Harga : Rp 59.000,-
————————————————

Sepertinya, kita masih punya peluang.

Saat yang kubawa dari masa lalu hanyalah luka yang membiru.
Dan yang kulalui di masa kini adalah ribuan onak duri.
Sanggupkah hadirmu yakinkanku akan bahagia di masa depan?
Sementara kau ….
Adalah saksi dari semua perjalanan itu.
Yakinkah kau tak akan ada lagi noda yang kita bawa?
Dan cerita lalu yang setiap saat mampu menggoreskan luka?
Mungkin … kita hanya perlu berhenti sejenak.
Untuk sadari bahwa rasa ini pun sudah terlalu lama menunggu.

----------------------------------------------------------------------------

Alhamdulillah, novel baru saya udah terbiiit :) sesuai judulnya, novel ini memang berkisah tentang bodyguard wanita. Kisah yang terinspirasi dari lika-liku profesi seorang pengawal wanita, lalu saya mix 'n' match dengan profesi detektif swasta, kehidupan artis dan peredaran narkoba.

Butuh waktu lebih kurang 6 (enam) bulan untuk menyelesaikan novel ini. Saya sempat mengalami stuck selama 1 (satu) bulan, dan merombak bab-bab akhirnya hingga 3 (tiga) kali. Mungkin, karena profesi yang menjadi latar cerita ini tergolong langka dan info-info tentangnya pun nggak terlalu banyak, ditambah lagi harus bisa "mengawinkan"nya secara klop dengan latar kehidupan lainnya, saya butuh waktu lebih banyak untuk bisa menuntaskannya.

Saya pernah menulis di catatan fesbuk, bahwa novel ini, dan juga novel A Miracle of Touch, adalah 2 (dua) novel yang menjadi "penanda" kembalinya saya ke jalur semi suspense, jalur yang sempat saya tinggalkan saat menekuni novel-novel pure romance. Meski tetap saja, kedua novel ini berada di bawah genre romance. Dan seperti novel-novel sebelumnya, novel ini kembali mengangkat sosok wanita yang tegar dan mandiri. Harapan saya, semoga pembaca juga bakal terhibur, dan mudah-mudahan ada pesan positif yang bisa diambil dari novel ini. Amiin :)
Wednesday, 20 November 2013

LOMBA QUOTE DAN RESENSI NOVEL PERJALANAN HATI


Haai, readers :)
Udah baca novel Perjalanan Hati? Ikutan lomba quote dan resensinya yuk! Buat yang belum punya, dan lagi males hunting di tobuk, ada penawaran menarik nih dari bukubukularis, selama periode lomba, kamu bisa pesen novel ini dengan diskon 25% off hanya di akun twitter @bukubukularis. So, jangan lewatkan kesempatan keren ini ya :)

Yuk, simak syarat-syarat lombanya :)

Lomba Quote novel Perjalanan Hati

  1. Posting quote-quote menarik dari novel Perjalanan Hati di linimasa twittermu dengan tagar #PerjalananHati, mention @RiawaniElyta dan @penerbitrakbuku. Jika quote-nya panjang, kamu boleh menulisnya dalam 2 (dua) or 3 (tiga) tweet, jangan lupa tagar dan mention-nya ya :)
  2.  Bagi yang nggak punya akun twitter, boleh posting di status facebook, tag FB Riawani Elyta dan sertakan tagar #PerjalananHati
  3. Periode postingan ada 2 (dua) :   I. 22 - 24 Nov   II. 29 Nov - 1 Des. Kamu boleh memposting pada salah satu periode atau keduanya. 1 (satu) quote hanya boleh diposting 1 (satu) kali.
  4. Pemenang akan dipilih dari postingan quote terbanyak. Jika ada jumlah yang sama, pemenang akan dipilih dengan cara diundi.
  5. Akan dipilih 3 (tiga) orang pemenang, masing-masing mendapat hadiah paket buku keren dari Penerbit Rak Buku.

Lomba resensi novel Perjalanan Hati

  1. Tulis resensi di blog pribadi, bagi yang nggak memiliki blog, boleh menulisnya di catatan facebook. Sertakan cover dan identitas buku
  2. Resensi belum pernah dipublikasikan di manapun (media cetak, media online, blog, dan lain-lain), panjang 2-4 hal A4, ditulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan tidak mengandung spoiler
  3. Bagi pemilik akun goodreads, resensi plus rating dicantumkan juga disini
  4.  Tweet link postingan dengan tagar #ResensiPerjalananHati, mention @RiawaniElyta dan @penerbitrakbuku. Bagi yang nggak memiliki akun twitter, boleh menggunakan media facebook, tag resensimu ke FB Riawani Elyta dan minimal 10 (sepuluh) orang temanmu
  5. Ajak juga teman-temanmu untuk memberi komentar pada resensimu. Untuk resensi di blog, sertakan kalimat ini : Resensi diikutsertakan dalam Lomba Quote dan Resensi Novel Perjalanan Hati, di-hyperlink ke pengumuman ini.
  6. Periode lomba berlangsung sejak tanggal 20 Nov - 31 Des 2013

Hadiah Pemenang Lomba Resensi!

Pemenang 1
-  uang tunai sejumlah Rp.300.000,- 
- paket buku karya Riawani Elyta senilai Rp.100.000,-

Pemenang 2
Uang tunai sejumlah Rp.300.000,-

Pemenang 3
Produk tas keren merk Polo Juns senilai Rp.250.000,-
 (tas model unisex, bisa untuk pria dan wanita, muat untuk laptop 9 inchi, ipad, tab, HP, dll)




Pemenang favorit
Tas ransel etnik Maika senilai Rp.150.000,-  
persembahan dari qonita_etnika





Pemenang Harapan I
Paket buku senilai Rp.100.000,- 
persembahan dari :
- Elita Duatnofa
- Eni Martini
- Shabrina WS

Pemenang Harapan 2
Paket buku Indiva senilai Rp.100.000,- 
persembahan dari Oci YM

Tuh, keren-keren 'kan? So, baca bukunya, posting quote-quotenya, tulis resensimu dan menangkan hadiah-hadiahnya, Ok? Good luck ya. Terima kasih  :)

Salam,
Riawani Elyta




Lomba didukung oleh :
  • Penerbit Rak Buku
  • Toko buku online bukubukularis
  • Qonita_Etnika
  • Rekan-rekan penulis Be A Writer : Elita Duatnofa, Eni Martini, Shabrina WS dan Oci YM
Friday, 15 November 2013

LOMBA REVIEW NOVEL LOVE FLAVOUR SERIES



Hallo semuanya….

Buat kamu-kamu yang sudah baca novel-novel dari seri Love Flavour terbitan Bentang Pustaka, ada info gembira nih. Para penulis Novel Seri Love Flavour bekerjasama dengan Bentang Pustaka dan beberapa sponsor lainnya bakal ngasih hadiah yang keren-keren banget buat kamu semuanya yang sudah baca satu atau ke-enam novel-novel dari seri love Flavour, Bentang Pustaka.

Selain hadiah-hadiah yang keren, juga bakal ada hadiah utama yaitu belajar menulis novel langsung dengan ke-enam penulis novel dari seri Love Flavour… Ada Ayuwidya, Aida.MA, Desi Puspitasari, Indah Hanaco, Riawani Elyta dan Yoana Dianika, Wahhhhhh…..

Yukkk Ah…Lihat hadiah-hadiahnya dulu biar tambah semangat.

Wednesday, 6 November 2013

Resensi Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah




Judul                    : Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah
Penulis                  : Tere Liye
Tebal                    : 512 hal
Penerbit                : GPU
Harga                   : Rp.72.000,-
Terbit                    :  Januari 2012

Apakah Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah ini sama spesialnya dengan miliaran cerita cinta lain? Sama istimewanya dengan kisah cinta kita? Ah, kita tidak memerlukan sinopsis untuk memulai membaca cerita ini.
Demikian sepenggal tulisan yang tertera pada back cover novel ini. Ya. Ini memang novel tentang cinta. Novel yang mengusung sosok Borno (berasal dari kata Borneo) sebagai tokoh sentralnya, seorang pemuda yang digambarkan penulis sebagai ‘bujang berhati paling lurus sepanjang tepian Kapuas’, dan setting cerita yang sebagian besar mengambil lokasi di Pontianak khususnya tepian sungai Kapuas.
Kisah dibuka dengan peristiwa yang dialami ayah Borno ketika Borno masih berusia dua belas tahun, ayahnya yang tersengat ubur-ubur saat melaut memilih untuk mendonorkan jantungnya pada seorang pasien gagal jantung hingga pilihan itu membawa konsekuensi pada berakhirnya denyut nadi dan detak jantung ayah Borno.
Cerita kemudian terlempar beberapa tahun kemudian, saat Borno menjalani lika-liku hidupnya dengan bergonta-ganti pekerjaan, hingga dia bertemu seorang gadis peranakan bernama Mei, yang kerap dideskripsikan penulis sebagai si pemilik “wajah sendu menawan”. Ketika itu, Borno tengah menjalankan profesi sebagai seorang pengemudi sepit (sebutan masyarakat lokal untuk perahu kayu bermesin tempel, di adaptasi dari bahasa asing speed). Penampilan gadis itu langsung memesona Borno pada pandangan pertama, selain itu juga, sepucuk angpau merah yang tanpa diketahui Borno memang sengaja ditinggalkan gadis itu pada bangku sepit turut memancing rasa penasaran Borno. Sayang, angpau yang pada awalnya setengah mati dijaga oleh Borno agar bisa dikembalikan pada pemiliknya itu, justru kemudian berbalik menjadi tak lagi bermakna khusus saat Borno menyaksikan Mei yang tengah membagikan amplop serupa pada pengemudi sepit dan pedagang warung di dermaga. Namun, penemuan sepucuk angpau merah yang sengaja ditinggalkan itulah, menjadi momentum pembuka kisah romantika antara Borno dan Mei. Isi angpau itu sendiri baru diketahui Borno lama setelah penemuan itu.
Thursday, 24 October 2013

Cuplikan Prolog novel A Miracle of Touch







Gleneagles Hospital, Singapura, Maret 1985
Wanita dengan tunik panjang hijau muda berselubung selimut bercorak garis itu rebah di brankar beroda. Posisi tubuhnya empat puluh lima derajat, kepala bersangga sebuah bantal tipis, dan kedua matanya menatap hampa pada dinding di hadapannya yang nyaris sama kosongnya. Rambut panjangnya tergerai begitu saja, kusut masai, menyebar di atas bantal seperti surai singa, dan dengan ekspresinya saat ini, bindi[1] merah pada keningnya justru menunjukkan kombinasi yang tampak menakutkan.
Di dalam ruangan kamar itu, hanya ada televisi yang tidak dihidupkan. Tembok polos putih bersih membentang dari sisi jendela hingga pintu masuk, berbatas partisi berlapis tirai biru yang terhubung dengan ruang yang dilengkapi sofa, seakan memberi privasi untuk kenyamanan si pasien dari pengunjung yang datang membesuk. 

Behind the scene of A Miracle of Touch






Penulis : Riawani Elyta
Tebal : 240 halaman
Terbit : November 2013
Cover : Softcover
ISBN : 978-979-22-9949-6


Sinopsis


Untuk alasan dan kepentingan masing-masing, Ravey dan Talitha memutuskan untuk menikah. Pernikahan yang sarat perbedaan dan tak sedikit pun diselipi rasa cinta membuat rumah tangga mereka seakan berjalan di atas bara api. Posisi Talitha makin terjepit saat ibunda Ravey menantangnya untuk membuktikan bahwa pernikahan mereka dapat mengubah karakter buruk Ravey.

Pengakuan dari seorang wanita bernama Mary Anne bahwa ia tengah mengandung anak Ravey kian memperuncing persoalan. Belum lagi semua persoalan ini terurai, kecelakaan menimpa Ravey. Kecelakaan yang dicurigai justru ditujukan untuk menyingkirkan Talitha.

Berhasilkah Ravey dan Talitha melalui semua kemelut itu? Siapakah sebenarnya dalang di balik kecelakaan yang menimpa Ravey?

Friday, 18 October 2013

Mamaku Contoh Teladanku



“Ketahuilah! Masing-masing kamu adalah pemimpin, dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpin. ....”

Kutipan hadits Rasululllah SAW ini jelas mengisyaratkan bahwa setiap manusia terlahir sebagai pemimpin. Dan kelak, setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang ia pimpin. Minimal, sebagai pemimpin atas dirinya sendiri. Oleh karena itu, setiap orang tua wajib membentuk karakter pemimpin dalam diri anak-anaknya.

Thursday, 17 October 2013

Saat Kekhawatiran Melanda

Kemarin, saya menerima email berisi revisi sinopsis yang udah saya ajuin sebelumnya. Berbeda dengan kondisi-kondisi sebelumnya, ketika revisi sinopsis menjadi sinyal untuk mulai menulisnovel, rasanya selalu excited, dan nggak sabar pengen memetamorfosis sinopsis tersebut menjadi satu cerita utuh.

Hari ini, kalo ditanya, apakah saya excited? Ya, kadar excited saya masih sama, tetapi kali ini ada hal lain yang mengiringinya : kekhawatiran. Sesuatu yang tak pernah menghinggapi saya sebelumnya. Makin kesini, makin banyak membaca tehnik menulis, membaca karya penulis-penulis lain yang 'wow', juga makin banyak karya saya yang terbit, saya justru kian dihantui perasaan khawatir, khawatir kalau kualitas tulisan saya menurun, khawatir kalau nggak bisa menyajikan sesuatu yang baru dan menyenangkan hati pembaca saya. Ada tuntutan yang bergejolak dalam diri saya untuk menulis lebih baik lagi.

Wednesday, 16 October 2013

RESEP MARMER CAKE DAN PUDING COKELAT BUAH

Lebaran Idul Adha tahun ini, saya bikin Marmer Cake dan Puding Cokelat Buah. Resepnya dari internet dan sedikit saya modif. Untuk puding, karena merknya beda dengan yang biasa dipake, jadinya agak keras, so, untuk postingan ini udah saya sesuaikan.

Marmer Cake


Bahan :
250 gr margarine
250 gr gula halus
200gr terigu
25 gr susu bubuk
25 gr maizena
6 kuning telur
6 putih telur dikocok kaku
2 sdm cokelat bubuk, dilarutkan dalam 50 cc air hangat
1 sdt vanili
1 sdt baking powder

Cara membuat :
  1. Kocok margarine dan gula halus sampai rata, masukkan kuning telur satu per satu
  2. Masukkan terigu, susu bubuk, maizena, vanili dan baking powder, aduk perlahan
  3. Masukkan putih telur yang sudah dikocok kaku, aduk rata
  4. Ambil sepertiga adonan, campurkan dengan campuran cokelat bubuk
  5. Tuang adonan putih dan cokelat bergantian pada loyang tulban yang sudah diolesi margarine dan ditaburi tepung, lalu buat bentuk marmer dengan bantuan garpu atau lidi.
  6. Oven sampai matang


Puding Cokelat Buah


Bahan :
3 bungkus agar-agar bubuk
Susu cair 400ml
Air 2,3L
2 sdm cokelat  bubuk, larutkan dalam 50 ml air panas
50 gr cokelat blok, disisir
300gr gula pasir
1 kaleng buah kaleng (saya pake buah rambutan nanas)
vanili

Cara membuat :
  1. Buat lapisan pertama : Campur 1 bungkus agar-agar cokelat, 200ml susu, 700ml air, campuran cokelat bubuk, cokelat blok dan 120gr gula pasir. Aduk rata. Masak sampai mendidih, tuang ke loyang
  2. Buat lapisan kedua : Campur 1 bungkus agar-agar putih, 200ml susu, 700ml air, vanili dan 120gr gula pasir. Aduk rata. Masak sampai mendidih, tuang di atas adonan cokelat
  3. Atur potongan buah diatas lapisan putih.
  4. Buat lapisan ketiga : Campur 1 bungkus agar-agar putih, 900ml air (termasuk air buah kaleng), dan 60gr gula pasir. Aduk rata. Masak sampai mendidih, tuang diatas potongan buah.
  5. Tunggu sampai mengeras, simpan di dalam kulkas.

Selamat mencoba :D
Friday, 11 October 2013

KRITIK YANG 'JUJUR', BERANI?

Hari itu, saya melihat pengumuman lomba resensi sebuah buku yang hadiahnya sangat 'wow', berupa gadget dan hadiah-hadiah lainnya. Jujur, saat memutuskan untuk membeli bukunya, saya melakukannya karena ingin mengikuti lomba tersebut dan lumayan tergiur dengan hadiahnya.

Tetapi, saat saya mulai membacanya lembar demi lembar, ada gelisah yang bergolak di dalam hati saya, ada banyak hal dalam buku tersebut yang menuntut saya untuk bicara jujur, tidak seperti resensi-resensi lain untuk buku tersebut yang pada umumnya serba baik-baik belaka. Saya tak ingin berprasangka, kalau resensi-resensi yang serba baik itu memang ditujukan untuk kepentingan lomba, bisa jadi, yang tertangkap oleh mereka ya memang demikian adanya.

RESENSI NOVEL DAUN KAMBOJA LURUH SATU-SATU : SAATNYA ME'NOL'KAN SUBJEKTIVITAS




Judul : Daun Kamboja Luruh Satu-satu
Penulis : Ifa Avianty
Penerbit : Leutika Publisher
Tahun : 2011
Thursday, 10 October 2013

RESENSI NOVEL HUJAN DAN TEDUH





Judul   :  Hujan dan Teduh
Penulis : Wulan Dewatra
Penerbit  :  Gagas Media
Tahun   :  2011

Wednesday, 9 October 2013

IKHLAS TIDAK MUDAH

Terkadang, sisi manusiawi kita tak sadar mendorong kita untuk menjadi penuntut.
Merasa sudah memberi, menuntut ingin diterima.
Merasa sudah berjuang keras, menuntut ingin hasil yang maksimal.
Merasa sudah menyampaikan/menuliskan sesuatu, minimal ada respon.

Padahal, terkadang kita lupa, teritori kita hanyalah pada usaha, bukan pada hasil.
hasil adalah teritori Allah.

Mungkin, hari ini kita memberi, tapi balasannya tidak 'dititipkan'Nya lewat tangan orang yang kita beri, melainkan lewat tangan yang lain
Mungkin, hari ini kita berjuang, hasilnya belum akan nampak sekarang, tetapi pada suatu masa nanti, karena Dia ingin terlebih dulu menguji kita dengan kesabaran
Mungkin, hari ini kita sudah merasa menulis/menyampaikan banyak hal, tapi responnya sepi-sepi saja, tapi siapa tahu saja, diluar sana, ada mereka yang terinspirasi dari apa yang kita tulis dengan ijinNya tanpa kita mengetahuinya, lalu mereka melakukannya, dan selama itu pulalah, ada pahala jariah yang mengalir pada diri kita, tidakkah itu luar biasa?

Dan terkadang, kita juga lupa, bahwa yang paling mudah mengetuk arasyNya adalah keikhlasan, jadi, alangkah sayangnya, saat menyertai semua usaha, pemberian, amal dan muamalah dengan keluh kesah dan tuntutan.

Memang, keikhlasan tak semudah diucapkan, tetapi, keikhlasan adalah yang membuat menjalani hidup ini menjadi jauh lebih mudah

THE DEADLINE BRINGS ME HERE


Hari ini, saya mampir di blog mbak Windy Ariestanty, dan menemukan satu tulisannya yang berjudul "Tenggat Waktu". Jujur, saya terkesan dengan tulisan ini, dan beberapa bagian dari tulisan ini, saya setuju.
Mbak Windy bilang, kalau deadline-lah yang membuatnya memiliki pencapaian-pencapaian, dan tak dapat membayangkan hidupnya tanpa deadline.

RESENSI NOVEL FRIENDLOVESHIP


Judul  :  Friendloveship
Penulis : Ifa Avianty
Penerbit : Lingkar Pena
Tahun : 2011

Sinopsis :
“Jangan-jangan kita dikutuk...”

“Eh, maksud lu?”

“Kita selusin wallflower ini, belum ada satu pun yang married. Kali aja ada kutukan masa lalu, yang kena nenek moyang kita. Terus menurun ke kita semua…”

Tuesday, 8 October 2013

BAGAIMANA MEMBUAT SINOPSIS YANG BAIK

Tidak semua penulis terbiasa menulis dengan diawali sinopsis. Ada yang lebih suka menulis dan membiarkan jalan cerita berkembang sesuai imajinasi dan keinginan. Tetapi, saat melihat syarat-syarat pengiriman naskah ke penerbit yang pasti menyebutkan perlunya sinopsis, maka mau tidak mau, sebagai penulis kita juga kudu mempersiapkan sinopsis yang baik karena sinopsis adalah penilaian awal redaksi sebelum mulai membaca naskah kita.

REVIEW NOVEL TILL WE MEET AGAIN : A LETTER TO YOANA

Judul   : Till We Meet Again (Pemenang 3 Lomba Roman 100% Indonesia Gagasmedia 2010)
Penulis : Yoana Dianika
Penerbit : Gagas Media
Tahun   :  2011

Blurb :
Saat pertama kali aku melihat dia hari itu, aku sudah berbohong beberapa kali.

Aku bilang, senyumannya waktu itu tak akan berarti apa-apa. Aku bilang, gempa kecil di dalam perutku hanya lapar biasa. Padahal aku sendiri tahu, sebenarnya aku mengenang dirinya sepanjang waktu. Karena dia, aku jadi ingin mengulang waktu.

Monday, 7 October 2013

Resensi novel Musim Gugur Terakhir di Manhattan : Kekuatan apa yang mengalahkan cinta?




Judul : Musim Gugur Terakhir di Manhattan
Penulis : Julie Nava
Tahun : 2011
Penerbit : Lingkar Pena

Apa rasanya jika berhasil nemu buku yang emang 'pas' dengan momen keinginan? Seneng banget tentunya. Dan inilah yang saya alami saat menuntaskan novel bersetting LN ini, hasil dari jalan-jalan instan di Gramedia saat liburan dua tahun lalu. Sebuah novel yang bertutur tentang konflik pra pernikahan antara dua manusia dengan latar belakang agama, ras, kultur dan negara berbeda, juga selipan unsur feminisme wanita modern.

Sunday, 6 October 2013

RESENSI NOVEL QUEEN OF THE EAST : TITANIC FROM HINDIE




Judul : Queen of The East
Penulis : Yanti Soeparmo
Penerbit : ProuMedia
Tahun : 2010

Sinopsis :
Sebuah kapal bernama Queen of the East, melepas sauh menuju Hindia, the Tropical Holand. Negeri yang menjanjikan seribu keindahan. Sebuah kapal yang darinya tersembul berbagai harapan: dua mahasiswa pribumi pulang menyelundupkan benda rahasia demi mendukung perjuangan kemerdekaan; orang-orang Belanda menyeberang untuk sekadar pulang ke negeri jajahan, ada pula yang mengadu nasib di negeri orang.

Namun ia juga menyimpan kengerian: tiga kompi pasukan didatangkan untuk membungkam perlawanan pejuang kemerdekaan; dan tak kalah mengerikan, seorang agen rahasia disusupkan untuk memecah-belah sebuah elemen masyarakat Hindia agar sibuk berkonflik dan absen dari perjuangan.

Saturday, 5 October 2013
Friday, 4 October 2013

RESENSI NOVEL JEAN & SOFIA : SAATNYA BERDAMAI DENGAN EKSPEKTASI

Judul : Jean Sofia
Penerbit : Diva Press
Tahun terbit : 2011
Penulis : Leyla Hana



Mohon maaf, kalo kali ini saya lagi males nulisin sinopsis meski judulnya lagi me-review, untuk novel ini, satu tagline ini rasanya cukup untuk menggambarkan keseluruhan isi cerita : kisah cinta beda agama dengan segala lika-liku dan perjuangan pahit-manisnya.

Mohon maaf juga, kalau kali ini saya nggak menyinggung soal unsur intrinsik dari fiksi yang biasanya jadi bahan obrolan dalam review, karena untuk penulis sekelas Leyla Hana, saya yakin rata-rata unsur ini telah terpenuhi dengan baik, dan apa yang terpenting adalah bagaimana karya yang dihasilkan menarik bagi pembaca.

Kesimpulannya, review saya memang tolok ukurnya kata hati, juga apa yang paling mendominasi rasa dan pemikiran saat usai membaca, jadi nggak bisa dijadiin standar review yang baik, hehe...

Thursday, 3 October 2013

RESENSI NOVEL LIVOR MORTIS : MISI INI UNTUK SIAPA?




Judul buku      : Livor Mortis
Penulis             : Deasylawati P.
Penerbit           : Indiva Media Kreasi
Cetakan I        : Juni 2008
ISBN               : 978-979-1397-41-4

Resensi :
Tak sedikit fakta buram dibalik pelayanan oleh Institusi Kesehatan, dalam hal ini rumah sakit umum pemerintah yang pernah kita dengar, saksikan bahkan kita alami. Namun hanya sedikit yang berhasil terkuak, muncul ke permukaan lalu mendapat solusi dan perhatian sebagaimana ‘mesti’nya. Selebihnya justru harus dibungkam rapat-rapat demi menjaga nama baik dan kredibilitas institusi juga sebagai bentuk ‘penerimaan tanpa syarat’ terhadap subsidi yang digulirkan pemerintah.

Fakta-fakta inilah yang kemudian mengilhami alur cerita didalam novel berjudul Livor Mortis ini. Livor Mortis sendiri merujuk pada tanda-tanda fisik seseorang berupa bentuk lebam pada permukaan kulit yang menjadi ‘bukti pengesahan’ bahwa seseorang itu telah pasti meninggal sejak rentang waktu beberapa jam.

Wednesday, 2 October 2013

Resensi : Catatan Hati Ibu Bahagia

JUDUL BUKU   :           CATATAN HATI IBU BAHAGIA
PENULIS         :           LEYLA HANA
PENERBIT       :           JENDELA (LINI ZIKRUL HAKIM)
TERBIT            :           MARET 2012
TEBAL              :           352 HAL
ISBN                :           978-979-063-710-8

Ditengah hiruk pikuk perdebatan para wakil rakyat tentang kenaikan BBM, terdapat satu Rancangan Undang-undang (RUU) yang konon tak kalah urgen untuk segera disahkan, masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun ini, yaitu RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG).

Meski gaung perdebatannya tak senyaring isu kenaikan BBM, namun RUU ini cukup membuat gelisah beberapa elemen umat Islam negeri ini yang masih sadar benar akan pentingnya pilar-pilar budaya dan ajaran Islam, mengingat sebagian besar isi RUU ini memang mengadopsi aturan sekuler liberalisasi yang tertuang dalam Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW), Beijing Platform for Action (BPFA) dan Millenium Development Goals (MDGs).  Aturan-aturan yang berusaha menegakkan kesetaraan kaum perempuan dalam perspektif kaum feminisme barat yang sayangnya bertentangan dengan perspektif Islam tentang perlindungan kaum perempuan, bahkan ke depan, dikhawatirkan bakal merusak tatanan kehidupan keluarga umat Islam negeri ini.

Lantas, apa hubungannya dengan buku berjudul Catatan Hati Ibu Bahagia ini?
Tuesday, 1 October 2013

Information Dump

Saya baru mengetahui istilah ini dari pembicaraan dengan salah satu editor saya tempo hari. Berangkat dari situ, saya lalu mencari-cari informasi tentangnya, baik dari internet maupun dari buku-buku panduan menulis yang pernah saya baca. Dan dari hasil diskusi dengan mbak editor juga dari pencarian tersebut, inilah sedikit uraian saya tentang "Inforamtion Dump" di dalam menulis fiksi, yang coba saya uraikan dalam bentuk tanya jawab.

Apa itu Information Dump?

Kalau menurut Wikipedia, Information dump is the insertion of a big passage of uninterrupted exposition text into a narrative. Dalam prakteknya, ini terkait fakta-fakta tidak penting yang tidak perlu diketahui pembaca dari sebuah fiksi.

Contohnya?

Saya ambil contoh dari salah satu draft novel saya :

"Sebuah kandelir kristal besar menggantung di langit-langit ruangan, mengilap seperti perhiasan emas yang disepuh, seketika mengembalikan ingatan Talitha pada film bollywood terakhir yang ia tonton bersama Sashi.

Kalimat yang dicoret adalah contoh fakta yang dapat digolongkan Information Dump, karena fakta tersebut tidak terlalu penting untuk disampaikan.

Apa tujuan menghilangkan Information Dump?

Salah satunya adalah agar ritme narasi kita tetap stabil, tidak bertele-tele sehingga dapat menjaga konsistensi pembaca untuk menikmati karya kita.

Kapan kita dapat melakukan "pencukuran" Information Dump?

Bisa di awal, bisa juga di akhir. Untuk yang di awal, ini biasanya dilakukan oleh penulis yang terbiasa merencanakan tulisannya matang-matang. Dalam Buku Draft 1 karya Winna Efendi, salah satu trik menyiapkan karakter tokoh cerita yang kuat adalah dengan membuat semacam biodata tokohnya : siapa namanya, seperti apa ciri-ciri fisiknya, bagaimana sikapnya, apa musik favoritnya, dsb. Namun dalam penulisannya, tidak semua daftar dalam biodata ini perlu dicantumkan, pilih yang penting-penting saja atau yang dapat mendukung cerita, jadi proses pencukuran Information Dump bisa dilakukan di sini, untuk menyingkirkan info tentang tokoh yang tak terlalu penting diketahui.

Untuk yang di akhir, ini dilakukan pada proses self-editing, yaitu dengan menyingkirkan fakta-fakta atau kalimat yang dirasa tidak efektif.

Bagaimana cara mengetahui kalau kalimat yang kita buat termasuk Information Dump atau bukan?

Cara sederhana, cobalah mencoret satu kalimat yang dicurigai sebagai Information Dump, lalu baca narasi sebelum dan sesudahnya. Kira-kira terasa janggal nggak dengan penghilangan kalimat itu? Jika terasa janggal atau ada sesuatu yang 'hilang', boleh jadi, kalimat itu sebenarnya kita butuhkan untuk meningkatkan eksplorasi cerita. Tetapi jika penghilangannya tidak memberi efek apapun, dan narasi kita justru menjadi lebih efektif, maka boleh jadi, kalimat tersebut memang termasuk Information Dump.

Semoga bermanfaat :)
Wednesday, 25 September 2013

DAFTAR BUKU ANGGOTA BAW

Hai, sobat!
Selamat ya buat kamu yang kali ini beruntung. Berikut daftar buku karya anggota BAW (Be A Writer) yang dapat kamu pilih sebagai hadiah. Judul buku (sesuai urutan abjad) dan nama penulisnya, yaitu :

Novel
  1. A Cup of Tarapuccino - Riawani Elyta
  2. Always Be in Your Heart - Shabrina WS
  3. Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku - Dian Nafi
  4. Bersandarlah di Bahuku - Eni Martini
  5. Betang - Shabrina WS 
  6. Crying Winter - Mell Shaliha 
  7. Dear Bodyguard - Riawani Elyta
  8. Frankfurt to Jakarta - Leyla Hana dan Annisah Rasbell
  9. Geek in A High Heels - Octa NH
  10. Hati Memilih - Riawani Elyta
  11. Jasmine - Riawani Elyta 
  12. Kesturi dan Kepodang Kuning - Afifah Afra 
  13. Menjeda - Adya Pramudita
  14. Ping! A Message from Borneo - Riawani Elyta dan Shabrina WS
  15. Pendamping Hatiku - Nyi Penengah Dewanti 
  16. Perjalanan Hati - Riawani Elyta 
  17. Perjanjian yang Kuat - Leyla Hana
  18. Rabithah Cinta - Afifah Afra 
  19. Sunyi - Eni Martini dan Ifa Avianty
  20. Takbir Rindu di Istanbul - Pujia Ahmad
  21. The Coffee Memory - Riawani Elyta
  22. The Mocha Eyes - Aida MA 
  23. Temui Aku di Syurga - Ella Sofa
  24. Teatrikal Hati - Binta al Mamba dan Rantau Anggun 
  25. Waktu - Nyi Penengah Dewanti
  26. Yang Kedua - Riawani Elyta
  27. Yang Tersimpan di Sudut Hati - Ade Anita

Non Fiksi
  1. Be A Brilliant Writer - Afifah Afra 
  2. Catatan Hati Ibu - Asma Nadia, dkk
  3. Dosa-dosa Istri Kepada Suami Yang Diremehkan Wanita - Naqiyyah Syam dan Oci YM
  4. Friendship Never End - Santi Artanti
  5. Ketika Cinta Harus Pergi - Elita Duatnofa dan Aida MA
  6. Kitab Sakti Remadja Oenggoel - Riawani Elyta dan Oci YM 
  7. Move On - Elita Duatnofa
  8. Sukses Mendidik Anak dengan Qalbu - Irhayati Harun
  9. Surat Cinta untuk Suamiku - Irhayati Harun
  10. The Miracle of Air Mata - Oci YM 
  11. Travel in Baduy - Eni Martini

Memoar
  1. Promise, Love & Life - Nyi Penengah Dewanti 

Komik
  1. Anak Kos Dodol Tamat - Dewi Rieka, dkk 

Antologi :
  1. Biru - Leyla Hana, dkk
  2. Jangan Login Sendirian Tengah Malam - Neida Camelia, dkk 
  3. Kiss, Kisah Seputar Santri - Binta al Mamba, dkk 
  4. LDR Crazylove - Ayuwidya, dkk
  5. Move On - Ardelia Karissa, dkk
  6. Mother bukan Monster - Tias Tatanka, dkk
Novel / buku anak :
  1. Reisha si Pengusaha Cilik - Marisa Agustina 
  2. Seri Akhlak Anak Muslim - Lia Herliana

Selanjutnya tulis 1 (satu) judul buku pilihan kamu berikut nama, alamat dan nomor ponsel untuk pengiriman, DM ke @RiawaniElyta atau inbox FB Riawani Elyta. Jika buku yang dipilih stoknya lagi kosong, akan segera diinformasikan untuk ditukar dengan judul buku lain.

Stay tune terus di kanal twitter saya setiap minggu kedua hari Kamis untuk kuis berhadiah buku-buku anggota BAW ya. Terima kasih :)

Salam,
Riawani Elyta
Sunday, 22 September 2013

Pengumuman Pemenang quiz GA novel A Cup of Tarapuccino

Bismillahirrahmanirrahim.

Akhirnya, tiba saatnya untuk mengumumkan pemenang quiz GA novel A Cup of Tarapuccino  :)
Dari lebih kurang 38 flash fiction (FF) yang masuk, 3 (tiga) orang pemenang yang berhak mendapatkan masing-masing paket buku dari penerbit Indiva senilai seratus ribu rupiah yaitu :
1. Dedul Faithful (judul : Dialog Terakhir)
2. Luckty Giyan Sukarno (judul : Memotret Sejarah)
3. Parlina Wi (judul : Pahatan Luka)

 Dan 1 (satu) lagi pemenang tambahan atas keaktifannya menyertakan FF dalam quiz ini yaitu sebanyak 7 FF, yang berhak mendapatkan 1 eks novel A Cup of Tarapuccino, atas nama : Iyka Ikayanti

Selamat kepada pemenang. Ditunggu konfirmasi nama, alamat dan nomor HP via inbox FB Riawani Elyta atau DM twitter @RiawaniElyta. Terima kasih buat yang sudah berpartisipasi. Tetap nantikan quiz-quiz GA bersama saya selanjutnya yaa :) dan mohon maaf untuk hal-hal yang kurang berkenan.

Salam,
Riawani Elyta
Tuesday, 17 September 2013

EGOIS


gambar hanya ilustrasi :)
 

Manusia itu memang makhluk paling kompleks. Termasuk saya, karena saya juga manusia :) Adakalanya saya butuh untuk ngobrol, berbagi, bicara, entah itu di dunia nyata atau pun di dunia yang berbatas virtual, tetapi adakalanya juga, saya lebih menginginkan kesendirian. Seperti saat ini. Saat dimana saya hanya ingin menulis apa yang saya rasakan, saya pikirkan, jauh dari respon apapun apalagi perdebatan.

Mungkin, inilah ego. Atau mungkin juga kebutuhan untuk sesaat menjadi diri sendiri. Ya. Ingin saya bertanya. Kapan waktu untuk kita benar-benar menjadi diri sendiri? Terkadang, menjalani multifungsi sebagai makhluk sosial, tanpa kita sadari, membuat lebih banyak sisi diri kita yang terenggut oleh keinginan orang lain. Kita berbuat, bicara, bertindak, bahkan berpikir, semata-mata untuk menyenangkan hati orang lain, menghindari perselisihan, menganggap itu sebagai "kewajiban" yang harus kita penuhi sebagai makhluk sosial. Tanpa kita sadari, bahwa sisi diri kita sebagai makhluk individu pun terkadang menuntut perhatian.

RESENSI NOVEL LABIRIN RASA : SEBUAH LABIRIN KE”BERANI”AN






Judul               :           Labirin Rasa
Penulis            :           Eka Situmorang-Sir
Penerbit         :           Wahyumedia
Tahun             :           2013
Hal                  :           394 hal

Sinopsis          :
Berawal dari rasa stres Kayla Ayu sang gadis tomboy atas nilai semester kuliahnya yang jeblok dan kekecewaan orang tuanya, Kayla lalu berlibur ke tempat kakek neneknya di Yogyakarta. Di dalam kereta, Kayla berkenalan dengan seorang pria tampan bernama Ruben. Di kota ini juga, Kayla mendapat “pesan” tersirat dari almarhum kakeknya tentang akan hadirnya seorang Pangeran Fajar dalam hidupnya. 
Dari tempat ini, petualangan Kayla pun berlanjut ke beberapa destinasi wisata di tanah air. Dalam petualangan itu, Kayla juga sekaligus melakukan pencarian sang Pangeran Fajar, yang mempertemukannya dengan beberapa pria tampan lain selain Ruben, yaitu Dani, David, dan Patar, serta seorang gadis lesbian bernama Chyntia.
Lalu, berhasilkah Kayla menemukan sang Pangeran Fajar, dan siapakah gerangan sosok tersebut?

Monday, 16 September 2013

EUFORANESIA (FLASH FICTION)

gambar diambil disini

Negeri itu bernama Euforanesia. Negeri dimana semua perkara bisa menjadi bahan euforia. Dulu negeri itu tidak begitu. 32 tahun lamanya, euforia menjadi haram adanya. Yang nekat melakukannya, apalagi euforia tentang penguasa, maka nyawalah taruhannya.

Sekarang, negeri itu tidak begitu. Semua perkara, mulai dari yang penting sampai yang tak ada penting-pentingnya, semua bisa menjadi bahan euforia. Mungkin, pembungkaman terlalu lama, membuat bisul euforia itu pecah juga, menjelma nanah yang terus mengalir dan bertumbuh menjadi bisul baru, bernanah lagi, begitu seterusnya. Dan betapa penduduk negeri itu sangat berterima kasih pada Mark Zuckerberg, yang telah mencipta media untuk salurkan semua euforia. Yang anti euforia, merekalah yang kini harus dibungkam, dianggap sinis, kuno dan primitif.

Sebentar, kucek dulu identitas diriku, pfyuh, aku mendesah galau, penat saja mengomel risau, di KTP ku tertulis nama negeri itu : Euforanesia.
Friday, 6 September 2013

RESENSI DA CONSPIRACAO






Judul : Da Conspiracao

Penulis : Afifah Afra
Penerbit : Indiva Media Kreasi
Tahun : 2012

Sinopsis (nyontek di goodread :)) :
Raden Mas Rangga Puruhita, pemuda terpelajar, sarjana ekonomi lulusan Leiden, ningrat Jawa, dan visioner. Ia dibuang ke Flores karena terlibat dalam gerakan melawan kekuasaan pemerintah Hindia Belanda.

Tan Sun Nio, gadis yang jelita, cerdas, ambisius, dan terlahir dari keluarga keturunan Tionghoa yang konservatif. Ia membuang diri ke Flores karena dikhianati calon suaminya. Namun, ia justru berhasil membangun sebuah kerajaan niaga terbesar di Indonesia Timur, dan menjadi orang terkaya di Flores.

Adapun Flores yang mereka datangi, sama-sama medan yang penuh bara. Awal abad XX, pulau itu baru beralih kekuasaan dari Portugis ke Belanda. Kondisi belum stabil. Bajak laut dan perampok merajalela. Pemberontakan para raja kecil atau mosalaki membuat bumi kian porak poranda.

Suratan nasiblah yang kemudian membuat mereka bertemu. Awalnya saling berhadapan sebagai lawan. Namun, mereka justru didekatkan ketika sama-sama terjebak dalam sebuah konpirasi tingkat tinggi. Konspirasi yang melibatkan sekelompok bajak laut yang dikoordinasi secara rapi menyerupai Mafioso di Sisilia: Bevy da Aguia Leste.


------------------------------------------------------------------------------------------------

MY LIFE (AS A WRITER) BEGINS AT 30*


Usia 30 punya arti penting buat saya, karena pada usia inilah, pertama kalinya saya memperoleh pencapaian dalam bidang yang tak pernah saya tekuni sebelumnya - menulis.
Ya. Bahkan start saya untuk menulis pun tergolong telat. 28 tahun. Ini usia saya ketika pertama kali belajar menulis cerpen, artikel, resensi dan juga novel secara otodidak. Dan, baru 2 tahun setelahnya, saat usia saya sudah menginjak kepala 3, penghargaan sebagai pemenang lomba cerber di sebuah majalah wanita, menjadi awal keyakinan bahwa hobi yang baru saya geluti dalam dua tahun ini, bukanlah sesuatu yang sia-sia.

Saya percaya bahwa mimpi adalah salah satu motivasi terbesar kita untuk berani melangkah maju, dan mimpi akan mendekatkan kita dengan kenyataan asalkan kita pun berusaha keras mewujudkannya.
Pada tahun yang sama pula, saya memancang mimpi untuk menerbitkan sebuah buku. Mimpi yang kemudian coba saya wujudkan dengan menulis novel berdua kakak saya. Dalam semua keterbatasan, - waktu dan pengalaman - novel itu baru selesai dalam setahun, lalu saya kirim ke penerbit, dan....diluar dugaan, diterima!

Akhir 2009, Alhamdulillah, novel perdana kami itu terbit. Saya memberanikan diri untuk memancang mimpi lebih tinggi dalam dunia literasi. Saya ingin menang lomba menulis lagi, dan saya juga ingin menerbitkan buku lagi. Kali ini harus buku solo.

Tahun 2010, saya mulai berkenalan dengan fesbuk dan berbagai audisi antologi. Saya pun terseret dalam satu audisi antologi ke audisi yang lain. Pada tahun ini, dari hasil audisi-audisi tersebut, Alhamdulillah, tak kurang 20 antologi saya terbit. Namun, kepuasan saya pada tahap ini tak berlangsung lama. Saya tak puas hanya menghasilkan buku secara keroyokan. Akhirnya, saya kembali ke mimpi awal. Saya ikuti berbagai kompetisi menulis, baik menulis novel, cerber, feature, cerpen juga resensi. Alhamdulillah, sebagian menorehkan kemenangan, dan pada tahun 2011, dua novel saya hasil jebolan lomba.....terbit! Disusul terbitnya novel-novel yang lain, sampai dengan akhir 2012, alhamdulillah, novel saya sudah 6 buah.

Novel hasil jebolan lomba :







Pada tahun ini juga, saya mengalami perubahan ritme dalam menulis. Adanya tawaran kerjasama menulis dari beberapa penerbit, membuat saya harus belajar menulis dengan lebih disiplin, konsisten dan juga fokus, mengingat semua tawaran itu pastilah dibarengi dengan tenggat waktu atau dateline.

Tahun 2013, alhamdulillah, novel hasil kerjasama ini satu demi satu terbit. Sampai dengan catatan ini saya buat, saya udah punya 9 novel dan 1 buku non fiksi. Dan alhamdulillah, sebagian dari buku-buku ini pun mengalami cetak ulang.

Tentu, daftar pencapaian saya ini belumlah seberapa, dibandingkan pencapaian orang lain yang lebih banyak, lebh wow, lebih dahsyat dan lebih fenomenal, bahkan banyak pula yang telah meraih semua pencapaian dahsyat itu pada usia yang masih muda. Jadi, cukuplah saya berharap, melalui catatan sederhana ini, anda dan saya sama-sama sepakat, bahwa tak ada kata terlambat untuk bermimpi, siapa pun berhak untuk  bermimpi, dan yang bisa memperpendek jarak antara mimpi dan pencapaian, adalah ridho Allah, usaha, keyakinan dan juga doa.

Ya. Dibalik pencapaian yang hanya berupa seraup debu ini, ada doa yang saya lantunkan hampir di setiap ba'da sholat, bahwa saya ingin menjadi penulis yang baik. Ada jam-jam tidur yang harus berkurang banyak setiap hari, juga ada sel-sel otak yang secara frekuentif harus terus bekerja rodi, hehe.

jadi pembicara undangan di launching buku temen di Batam


launching di Togamas Bandung bersama FLP Bandung

Sebagai penutup, saya kutip salah satu quotes dalam novel saya First Time in Beijing :
"Aku percaya, impian adalah wujud prasangka manusia pada Tuhan. Suatu hari nanti, Tuhan pasti mendekatkan kita pada impian itu, sepanjang kita pun berusaha keras untuk meraihnya."

Dan satu lagi quote dari Bruce Lee :
"Yang penting bukanlah berapa lama anda hidup, tetapi BAGAIMANA anda hidup, itulah yang terpenting."

================================

*sudah lama pengen bikin catatan ini, mumpung ada GA dari teman saya Aida, MA, sekalian deh ikutan :)
Thursday, 29 August 2013

EMPAT JAM BERSAMA BUKUNE


Siang itu, Jumat 23 Agustus 2013, usai menunaikan tugas "negara" di Ditjen PMD di kawasan Pasar Minggu, tiba-tiba terbetik keinginan saya untuk mampir di kantor penerbit, yang dari alamatnya, sama-sama berlokasi di Jakarta Selatan. Saya lalu bertanya pada beberapa orang di kantor tersebut, masih jauh nggak Ciganjur dari sini? Dan jawaban mereka semua sama, nggak jauh lagi kok mbak, tinggal naik angkot nomer sekian, nanti berhenti di bla-bla-bla, dst.

Akhirnya, bermodal jawaban dari orang-orang tersebut, juga dari pembicaraan singkat dengan mbak Iwied (Widyawati Oktavia, editor saya.red) via ponsel, yang kurang lebih jawabannya serupa, saya pun memberanikan diri pergi sendirian ke Ciganjur. Tetapi, saya memilih naik taksi, tidak mengikuti anjuran orang-orang itu untuk naik angkot, karena kawasan ini memang terasa asing bagi saya. Kalau sesekali ke Jakarta, paling banter saya muter-muter di Tenabang doank :D

Di dalam taksi, Elita Duatnofa BBM saya, kebetulan dia tahu kalau saya lagi di Jakarta. Saya jelasin tujuan saya, dan dia bilang, 'dekat vesi orang Jakarta itu lebih kurang 1 jam, mbak'. Olala, mana yang bener nih?

Ternyata, BBM Elita-lah yang paling mendekati kebenaran. Meski udah milih taxi si burung biru, tetep aja supirnya perlu beberapa kali nanya untuk memastikan, dan pas nyampe di sana, ya lebih kurang satu jam juga deh. (untung nggak naik angkot, yakin tersesat deh saya :))

Wednesday, 28 August 2013

Quiz GA novel A Cup of Tarapuccino






Assalamualaikum wr.wb.
Haai, ketemu lagi nih di quiz giveaway berhadiah novel saya, dan kali ini hadiahnya adalah novel duet saya yang berjudul A Cup of Tarapuccino dan novel-novel lainnya persembahan dari Indiva Media Kreasi. Novel ini pernah terbit pada akhir 2009 dengan judul Tarapuccino. Kemudian mengalami cetak ulang, ganti cover dan tentu saja penambahan dan penyempurnaan isi sehingga pada kemasan yang baru ini, insya Allah lebih baik. Novel terbitan Indiva Media Kreasi ini bercerita tentang bisnis bakery, juga perdagangan illegal, issue bahan makanan haram dan tentunya....kisah cinta yang dibalut nuansa Islami :)

Nah, ini dia ketentuan quiznya. Gampang koq :)


  1. Follow akun twitter @RiawaniElyta dan FB Riawani Elyta, buat kamu pemilik blog, juga dianjurkan untuk join blog ini
  2. Bagikan info tentang kuis ini di dinding FB atau timeline twittermu dengan menyertakan link info lomba dari blog ini, jangan lupa mensyen @RiawaniElyta dan @penerbitindiva
  3. Like fanpage Tarapuccino di sini
  4. Tuliskan jawaban kuis langsung di kolom komentar di bawah ini dengan menyertakan nama akun twitter dan FB kamu
  5. Bunyi pertanyaan kuisnya : buat flash fiction (FF) yang di dalamnya terdapat kata 'Cinta, Rindu, Harapan', (boleh salah satu, salah dua atau ketiganya :)), jumlah kata tidak lebih dari 200 kata, dan tulis 1 (satu) kalimat berisi harapan kamu tentang novel Islami (contoh : saya menginginkan novel Islami yang universal dan dekat dengan kehidupan sehari-hari)
  6. 1 (satu) orang peserta boleh menyertakan lebih dari 1 (satu) flash fiction dan tidak diwajibkan menuliskan harapan terhadap novel islami pada flash fiction kedua, ketiga dan seterusnya yang diikutsertakan
  7. Periode kuis adalah dari tanggal 28 Agustus - 15 September 2013
  8. Tersedia 3 (tiga) paket novel senilai @100 ribu rupiah untuk 3 (tiga) orang pemenang yaitu :
  9.  
     

     

Tuh, keren 'kan hadiahnya? Ayo buruan ikutan :)

Salam,
Riawani Elyta
Tuesday, 27 August 2013

SHOW DON'T TELL

Bukan hal mudah untuk menerapkan methode "show and don't tell" pada penulisan fiksi. Methode yang diyakini akan lebih meningkatkan kualitas cerita sekaligus membuktikan kualitas penulisnya sendiri. Hari ini saya mendapat satu pelajaran berharga tentang methode ini dari sebuah blog, bahwa saat kita memutuskan untuk mengeksplorasi metode "show' dalam cerita, itu tidak hanya berkolerasi dengan bagaimana kita melukiskan ciri fisik seseorang (untuk karakter tokoh, seperti hidung mancung, mata bulat, pipi tirus, dsb) ataupun ciri fisik sebuah tempat (laut yang biru, gunung berkabut di kejauhan, cafe yang sepi, dll), melainkan bagaimana kita mampu mengajak pembaca terlibat dalam deskripsi yang kita buat, membuat pembaca mampu merasakan semua yang kita gambarkan tersebut.

Terkait hal ini, maka menceritakan sesuatu yang pernah kita alami memang sangat membantu. Masalahnya, ketika kita mengangkat setting tempat yang tidak pernah kita kunjungi,otomatis kita harus berusaha ekstra keras agar deskripsi yang kita buat tidak terjebak dalam methode "tell" dan tetap mampu meyakinkan pembaca. Hal ini yang terkadang, memicu komentar pembaca tentang novel yang nggak ada bedanya dengan buku panduan travelling misalnya. Sebagai penulis, sedikit banyak saya "memaklumi" komentar semacam ini, karena biasanya yang dijadikan panduan penulis saat mengangkat setting tempat yang tak pernah didatangi, adalah melalui referensi travelling.

Untuk mengatasinya, maka seorang penulis dituntut untuk mampu mengembangkan imajinasi dan sebaiknya didukung dengan riset yang maksimal pula. Jadi, ketika kita melukiskan tentang pantai misalnya, dan pada faktanya kita nggak pernah pergi ke pantai, maka setidaknya kita harus mencari info tentang suasana, cuaca, dan elemen-elemen yang ada di pantai, sehingga nggak terjadi salah deskripsi, bahwa pasir pantai yang sebenarnya hangat justru kita lukiskan sedingin salju :D

Sampai hari ini pun, saya masih terus belajar untuk mengeksplorasi methode "show" ini dengan baik. Tidak mudah memang, tetapi ini adalah tantangan yang mengasyikkan sekaligus menguji kemampuan.

RESENSI NOVEL : 12 MENIT, KISAH INSPIRATIF-KAH?

 
Judul                  : 12 Menit
Penulis              : Oka Aurora
Penerbit            : Nourabooks
Tebal                 : 348 hal
Terbit                : Mei 2013

“Kisah yang mencerahkan dan inspiratif.” (Andy F. Noya, host Kick Andy)
“...........Cerita yang akan menyemangati dan menginspirasi pembaca hingga lembar terakhir.” (Helvy Tiana Rosa, penulis)

Dua kalimat diatas adalah penggalan endorsement untuk novel buah karya Oka Aurora ini. Menarik. Saat menemukan kata inspiratif dan menginspirasi pada kedua kalimat tersebut. Seolah menegaskan kesamaan pendapat kedua endorser, bahwa novel ini memang layak disebut sebagai novel inspiratif.
Lantas, novel macam apa yang sesungguhnya layak menyandang predikat inspiratif? Apakah novel ini termasuk satu diantaranya ataukah stempel yang “diselipkan” via endorsement tersebut hanya strategi penjualan belaka?
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kata “inspirasi” termasuk kata benda yang berarti “ilham”, dan kata “ilham” sendiri memiliki tiga arti, yaitu : petunjuk Tuhan yang timbul di hati, pikiran yang timbul dari hati, dan sesuatu yang menggerakkan hati untuk mencipta.
Dengan demikian, maka sebuah karya yang dianggap “inspiratif” atau menginspirasi adalah karya yang setidaknya berhasil memunculkan satu dari ketiga pengertian tersebut di hati pembacanya.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saatnya kita telisik sisi internal novel ini melalui ulasan berikut.
Sekilas, judul novel ini mengingatkan pembaca pada judul-judul cerita bergenre thriller. Sebut saja diantaranya, film seri “24 Hours” yang bercerita tentang rencana pembunuhan calon presiden Amerika Serikat. Apalagi, cover novel yang menampilkan gambar rak kayu berwarna biru dan bernuansa muram, cukup mendukung kesan tersebut, andai saja tidak terdapat tambahan gambar alat musik trompet dan mallet, serta insert foto orang-orang yang sedang berlatih marching band. Namun, novel ini sama sekali jauh dari unsur thriller, suspense dan sejenisnya.

“Dalam dua belas minggu ke depan, kita akan habiskan ratusan jam, siang dan malam, demi dua belas menit. Dua belas menit di Istora nanti.”
“Dua belas menit ini yang akan menentukan apakah kita akan juara. Dua belas menit ini yang menentukan apa yang akan kita kenang seumur hidup.” (Hal.83)